RADARTASIK.ID – Pertumbuhan industri manufaktur nasional kembali mencuri perhatian setelah kinerjanya melampaui laju ekonomi nasional.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari kanal resmi Kementerian Perindustrian RI, sepanjang tahun 2025, kinerja industri pengolahan nonmigas mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,17 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,01 persen.
Struktur industri nasional juga dinilai semakin solid seiring meningkatnya kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian.
Baca Juga:Moto G57 Power Jadi Smartphone Kerja Tahan Lama, Strategi Motorola Menyasar Pengguna ProduktifTablet Serba Bisa untuk Kebutuhan Modern, Infinix Xpad 20 Pro Tawarkan Spek yang Meyakinkan
Berdasarkan data World Bank, nilai tambah manufaktur Indonesia tercermin dari Manufacturing Value Added yang mencapai 265,07 miliar dolar Amerika Serikat, tertinggi di kawasan ASEAN.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik mencatat sekitar 78,39 persen output industri nasional diserap oleh pasar domestik.
Keberhasilan ini dinilai tidak terlepas dari penerapan tata kelola industri dan kebijakan pemerintah yang semakin konsisten.
Pengelolaan anggaran yang efektif serta arah program yang jelas menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sektor industri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, “Capaian dari kinerja industri tersebut tentu tentu sedikit banyak dan menurut pandangan saya juga banyak ya. ini adalah berkaitan atau didukung oleh tata kelola ya, yang kita laksanakan itu sudah berjalan baik ya”.
Dari sisi fiskal, realisasi pagu DIPA Kementerian Perindustrian hingga 31 Desember 2025 mencapai 83,30 persen, melampaui rata-rata realisasi nasional.
Sementara itu, realisasi berdasarkan pagu efektif bahkan telah mencapai 97,65 persen, mencerminkan efektivitas penyerapan anggaran.
Baca Juga:Layak Dipertimbangkan! Vivo Y50s 5G Hadirkan Keseimbangan Performa dan EfisiensiRuko Tak Lagi Sekuat Dulu: Membaca Ulang Arah Investasi Properti di Tengah Perubahan Ekonomi Digital
Melalui anggaran Kementerian Perindustrian 2026, pemerintah berkomitmen mempercepat pelaksanaan program dengan perencanaan yang lebih matang dan akuntabel.
Pada tahun anggaran 2026, Kementerian Perindustrian memperoleh pagu indikatif sebesar Rp2,5 triliun.
Anggaran tersebut difokuskan untuk penguatan struktur industri, hilirisasi, pengembangan kawasan industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,51 persen pada 2026.
Kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto nasional diproyeksikan mencapai 18,56 persen.
Melalui berbagai program prioritas, pemerintah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan daya saing industri nasional di tengah persaingan global.
