Pengawasan pun terus dilakukan, meski hasilnya belum seragam.
Petugas Dishub turun ke lapangan untuk memastikan jukir memberi karcis dan pengguna membayar sesuai tarif. Evaluasi internal juga menjadi opsi lanjutan.
“Kalau nanti perlu ada pergeseran atau pemberhentian jukir, itu bisa saja. Tapi itu strategi Pak Kadis,” tambah Jamaludin.
Terkait cuti Kepala Dishub, Jamaludin menegaskan roda organisasi tetap berputar.
Sosialisasi tetap jalan, baliho terus dipasang—meski ironisnya, keberadaan baliho kerap berumur pendek.
Baca Juga:Budaya Tanpa Karcis Parkir di Kota Tasikmalaya Masih Sulit Diubah, Kolektor Jukir Akui Tak MudahLapangan Menyempit, Sepak Bola Menggeliat Jadi Industri: Alarm Budaya di Kota Tasikmalaya
“Keamanan spanduk tidak dijamin. Hari ini dipasang, besok bisa hilang,” jelasnya, setengah berkelakar.
Informasi yang dihimpun di lapangan, walaupun banyak kritik UPTD Parkir tetap gencar melakukan sosialisasi.
Seperti melakukan pemasangan baliho di beberapa titik pusat keramaian. Seperti di Jalan Tentara Pelajar, Mitra Batik, Otista, Simpang Taman Kota dan lain sebagainya.
Di sisi regulasi, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Tasikmalaya, Yuda Matilda Amaludin, menyampaikan revisi Peraturan Wali Kota yang diajukan Dishub terkait tarif parkir masih berproses.
“Draf sudah masuk, lengkap, dan lagi berproses di Kanwil Kemenkumham. Selanjutnya jika selesai di sana kemudian diproses oleh Biro Hukum Provinsi,” tuturnya.
Ia menambahkan, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, urusan retribusi dan pajak juga harus difasilitasi Kemendagri.
“Mudah-mudahan cepat selesai. Karena memang masih banyak yang tidak sinkron dengan hasil pajak,” tandasnya.
Baca Juga:Nobar Persib vs Persija Jadi Magnet Kuliner di Kota TasikmalayaDKKT Tegaskan Komite Kebudayaan Bukan Pembalikan Konsep, Melainkan Instrumen Pemajuan
Sementara regulasi terus digodok, Dishub masih harus berjibaku di lapangan—melawan kebiasaan lama yang lebih loyal pada Rp2.000 ketimbang aturan resmi.
Sebuah pekerjaan rumah yang tak cukup diselesaikan dengan baliho semata. (rezza rizaldi)
