“Kalau ruang publik tidak disiapkan, kebahagiaan warga bisa liar. Sepak bola seharusnya jadi ruang bermain, bukan sekadar etalase industri,” jelanya.
Diskusi ditutup dengan nobar Persib vs Persija. Namun di balik sorak dan rivalitas, Kota Tasikmalaya menyimpan pekerjaan rumah besar: mengembalikan sepak bola ke akarnya, tanpa menutup mata pada perubahan zaman. (rezza rizaldi)
