TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kualitas pekerjaan proyek perbaikan Jalan Wirawangsa di wilayah Babakan Kaliki, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, menuai sorotan dari warga.
Sejumlah ruas jalan yang baru selesai diaspal dilaporkan cepat mengalami kerusakan, sehingga memicu keluhan masyarakat serta kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Risnandar Nurdianto, mengakui bahwa kualitas pekerjaan di lapangan belum sepenuhnya optimal.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Ia menyebutkan, tingginya intensitas kegiatan pembangunan pada akhir tahun anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengawasan.
“Namun kami memastikan bahwa kerusakan yang terjadi masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa dan akan segera diperbaiki,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar, Minggu (11/1/2026).
Risnandar menjelaskan, pada akhir tahun anggaran banyak kegiatan yang harus diselesaikan secara bersamaan dalam waktu terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan pengawasan tidak dapat dilakukan secara detail di seluruh titik pekerjaan.“Pada intinya memang di akhir tahun itu banyak kegiatan yang harus diselesaikan dalam waktu bersamaan. Karena keterbatasan waktu, pengawasan tidak selalu bisa dilakukan secara detail di semua titik,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya telah turun langsung ke lokasi dan mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan penyedia jasa agar segera melakukan perbaikan.“Namun, minggu kemarin saat dirinya melintas di lokasi, sudah memberikan instruksi secara langsung kepada penyedia untuk segera memperbaiki,” katanya.
Terkait metode pekerjaan, Risnandar menegaskan bahwa pengaspalan dilakukan menggunakan aspal hotmix yang diproduksi melalui Asphalt Mixing Plant (AMP), bukan secara manual.
Namun ia tidak menampik adanya potensi kendala teknis pada proses produksi.“Hotmix yang digunakan itu bukan buatan manual, tetapi dari AMP. Namun kami juga tidak menutup mata, pada proses pencampuran di AMP terkadang hasilnya bisa kurang baik. Bisa jadi itu salah satu faktor yang memengaruhi kualitas di lapangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Risnandar menekankan bahwa proyek perbaikan Jalan Wirawangsa saat ini masih berada dalam masa pascapenyelesaian pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO).
