Selain audit, warga juga menuntut adanya perbaikan total dengan standar teknis yang jelas serta pengawasan independen yang melibatkan perwakilan masyarakat. Mereka meminta pemerintah membuka informasi anggaran proyek secara transparan kepada publik.
Dani mengingatkan bahwa Jalan Wirawangsa merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Kondisi jalan yang rusak berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua.
“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban jiwa. Jalan ini adalah urat nadi warga, bukan tempat percobaan proyek gagal,” tandasnya. (obi)
