Perbaikan Jalan Wirawangsa Mangunreja Tasikmalaya Terkesan Asal-asalan, Warga Minta Inspektorat Turun Tangan

Jalan wirawangsa Mangunreja
Warga Babakan Kaliki, Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya mengkritisi kondisi pengaspalan yang dinilai terlalu tipis, Jumat 9 Januari 2026. (Tangkap Layar)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Warga Babakan Kaliki, Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, melayangkan pernyataan sikap dan keluhan resmi terkait proyek perbaikan Jalan Wirawangsa yang dinilai dikerjakan secara tidak profesional, asal-asalan, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ketua Paguyuban Warga Patas Saninten, Dani, menilai proyek tersebut gagal memenuhi tujuan utama perbaikan jalan, yakni menyediakan akses transportasi yang aman dan layak bagi masyarakat.

“Perbaikan jalan ini seharusnya memperbaiki kondisi, tapi faktanya justru rusak kembali dalam waktu yang sangat singkat,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

Menurut Dani, kerusakan yang terjadi bukan sekadar retak ringan, melainkan penurunan dan gelombang jalan yang terlihat jelas.

Ia menjelaskan, pekerjaan perbaikan Jalan Wirawangsa mulai dilaksanakan pada 26 Desember 2025. Namun, belum genap satu bulan, kerusakan sudah kembali muncul di sejumlah titik.

Permukaan jalan tampak bergelombang, tidak rata, serta mengalami penurunan lapisan aspal. Kondisi tersebut diperparah dengan kualitas material aspal yang dinilai sangat rendah. Lapisan permukaan jalan dianggap terlalu tipis dan mudah terkelupas, sehingga memunculkan dugaan kuat bahwa pekerjaan tidak sesuai dengan standar teknis yang semestinya.

“Lapisan aspalnya bisa terkelupas dengan sangat mudah. Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang mutu material dan pengawasan pekerjaan,” ucap Dani.

Selain kualitas pekerjaan, Dani juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari instansi terkait. Ia menegaskan bahwa Jalan Wirawangsa merupakan akses yang setiap hari dilalui oleh pegawai pemerintah, termasuk aparatur Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya.

Dani mengaku heran karena kerusakan jalan tersebut bersifat kasat mata dan mustahil tidak terlihat oleh pihak terkait. Jalan tersebut dilalui setiap hari, sehingga ia mempertanyakan fungsi pengawasan selama dan setelah proyek dikerjakan.

Atas kondisi tersebut, Dani mendesak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Dinas PUTRLH dan Inspektorat Daerah, untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek perbaikan Jalan Wirawangsa, mulai dari proses pengadaan, spesifikasi material, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

“Kami mendesak audit investigatif secara terbuka. Jika ditemukan kelalaian atau penyimpangan, maka pihak pelaksana dan pengawas harus bertanggung jawab secara hukum,” tegasnya.

0 Komentar