Tekstur bodinya tidak licin dan nyaman digunakan dalam waktu lama tanpa kesan ringkih.
Pilihan warna yang kalem membuatnya cocok untuk pengguna yang menginginkan tampilan sederhana namun tetap modern.
Sebaliknya, Redmi 15C dan Poco C85 masih mengandalkan plastik standar yang fungsional tetapi terasa biasa secara visual.
Baca Juga:Update Harga Emas Hari Ini, Sabtu 10 Januari 2026, Cek Rincian SelengkapnyaInfinix GT40 Pro Jadi Penantang Serius di Segmen Midrange Premium dengan DNA Gaming Yang Kuat
Masuk ke sektor daya, Motorola memang tidak mengejar kecepatan pengisian paling tinggi di kelasnya.
Pengisian daya 20 watt yang diusungnya kalah angka dibanding kompetitor yang sudah menawarkan 33 watt.
Namun kekurangan tersebut tertutup oleh kapasitas baterai besar yang menjadikannya masuk kategori HP baterai 7000 mah terbaik di kelas entry level.
Dalam pemakaian harian, konsumsi daya Moto G06 Power terbukti lebih efisien dibanding dua pesaing utamanya.
Menonton video YouTube resolusi 1080p selama satu jam hanya memangkas daya sekitar 9 persen.
Aktivitas scrolling media sosial dan chat intensif juga masih menyisakan baterai yang relatif tinggi.
Untuk gaming kasual seperti PUBG Mobile, daya tahannya tetap konsisten hingga sesi permainan selesai.
Baca Juga:Vivo Y31D Tunjukkan Taring di Kelas Entry Level, Bawa Baterai Jumbo dan Fitur Tahan AirDigital Marketing dan Digital Finance: Jurus UMKM Naik Kelas di Era Ekonomi Digital
Ketahanan ini membuat Motorola ideal bagi pengguna yang jarang membawa power bank saat beraktivitas.
Dengan kombinasi desain, baterai, dan strategi nilai, Motorola Moto G06 Power tampil sebagai HP 1 jutaan terbaik yang realistis untuk penggunaan sehari-hari.
Motorola seolah ingin menegaskan bahwa ponsel murah tidak harus terasa murahan dalam pengalaman pakainya.
Langkah ini juga menandai keseriusan Motorola untuk kembali bersaing di pasar entry level Indonesia.
Jika tren ini berlanjut, konsumen jelas menjadi pihak yang paling diuntungkan.
