TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai menekan tombol bergerak untuk urusan kesehatan publik.
Sejak awal 2026, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Kita menggaungkan Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai upaya membiasakan olahraga rutin, bukan sekadar agenda seremonial.
Gemas diklaim bukan program sektoral yang berhenti di meja Dinas Kesehatan atau Disporabudpar.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Arboretum Bambu58 Ribu Masjid Disasar, Kemenag Jabar Canangkan Gebber Masjid Serentak di 626 Kecamatan
Viman menegaskan, gerakan ini sengaja dirancang lintas sektor dan menuntut keterlibatan aktif aparatur sipil negara (ASN), dunia pendidikan, hingga masyarakat umum.
“Ini bukan urusan satu dinas. Gemas harus jadi kebiasaan bersama. ASN harus duluan bergerak, baru mengajak masyarakat,” kata Viman saat kegiatan senam bersama di Bale Kota, Jumat (9/1/2026).
Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjut dia, menjadikan Bale Kota sebagai inisiator olahraga bersama ASN setiap Jumat.
Skemanya dibuat rutin, dua kali dalam sebulan, tepatnya Jumat pekan kedua dan keempat.
Targetnya sederhana tapi menantang: menggeser pola hidup pasif menuju gaya hidup aktif.
Viman menekankan, pendekatan Gemas lebih condong pada langkah preventif dan promotif.
Pemerintah, kata dia, tak ingin kesehatan publik hanya diselesaikan lewat layanan kuratif ketika warga sudah jatuh sakit.
Baca Juga:Dishub Dipanggil, Kepala Tak Hadir: Parkir Kota Tasikmalaya Kembali Digas dari Ruang Rapat Kurikulum Jadi Kunci, Wakasek SMP Swasta Kota Tasikmalaya Diminta Kawal Mutu Sekolah
“Kita ingin masyarakat sehat sejak awal. Badannya kuat, jiwanya juga kuat,” terangnya.
Sebagai pelengkap, setiap kegiatan olahraga massal juga dibarengi layanan cek kesehatan gratis.
Langkah ini dimaksudkan agar warga tak hanya bergerak, tapi juga sadar kondisi tubuhnya sendiri.
Menanggapi anggapan olahraga justru membuat tubuh cepat lelah, Viman menyebutnya sekadar mitos yang masih mengakar.
“Secara medis, olahraga memicu endorfin dan serotonin. Hasilnya bukan capek, tapi segar,” tambahnya.
Ia menutup dengan penekanan bahwa keberhasilan Tasik Gemas akan sangat bergantung pada konsistensi dan keteladanan, terutama dari ASN dan para pemangku kepentingan di Kota Tasikmalaya.
“Kalau tubuh sehat, kinerja juga ikut naik. Itu logika paling dasar,” pungkasnya. (firgiawan)
