RADARTASIK.ID – Final impian Piala Super Spanyol resmi terwujud. Real Madrid memastikan langkah ke partai puncak dan akan menantang Barcelona di laga perebutan trofi pada Senin, 12 Januari, di Arab Saudi.
Setelah kemenangan 5-0 Blaugrana atas Athletic Bilbao, giliran Los Blancos yang menyingkirkan rival sekota, Atlético Madrid, lewat kemenangan 2-1 dalam semifinal panas di Jeddah.
Seperti biasa, laga bertajuk El Derbi Madrileño itu menghadirkan ketegangan dan drama sejak menit awal.
Baca Juga:Tawaran Gaji Dinaikkan, Giacomo Raspadori Setuju Gabung AS RomaRabiot Masuk Daftar 3 Pemain Terburuk AC Milan saat Ditahan Imbang Genoa
Real Madrid langsung membuka skor ketika pertandingan baru berjalan dua menit.
Federico Valverde, yang dikenal sebagai motor lini tengah Madrid, melepaskan tembakan bebas yang tak mampu dibendung kiper Jan Oblak, membuat pendukung Los Blancos bersorak.
Pertandingan berjalan terbuka dan cepat, dengan Atlético berusaha merespons melalui pressing tinggi dan pergerakan cepat sayap-sayap mereka.
Namun Madrid tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Rodrygo menggandakan keunggulan Real Madrid melalui serangan balik apik di babak kedua, membuat skor menjadi 2-0.
Atletico sempat kembali ke pertandingan ketika Alexander Sorloth mencetak gol balasan setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Madrid.
Dengan sisa tiga puluh menit waktu normal, tensi laga semakin meningkat.
Simeone terus mendorong timnya maju untuk menyamakan kedudukan, sementara Madrid bermain lebih dalam untuk menjaga keunggulan.
Baca Juga:Legenda Juventus Sebut Dimarco Bek Sayap Terbaik di Dunia: Saya Sangat MengaguminyaAdani Sebut Ramalan Pelatih AC Milan tentang Tim Peraih Scudetto Cuma Omong Kosong
Namun bukan hanya aksi di lapangan yang menjadi sorotan, melainkan insiden panas yang terjadi jelang laga usai.
Vinicius Junior, yang tampil eksplosif dari sisi kiri, ditarik keluar oleh Xabi Alonso pada menit ke-80.
Saat ia berjalan menuju bangku cadangan, terjadi pertukaran kata tajam dengan pelatih Atlético Madrid, Diego Simeone.
Provokasi Simeone sepanjang laga akhirnya Vinicius terpancing emosinya dan menanggapi dengan kata-kata yang memicu respons lebih keras.
Wasit akhirnya menghadiahi kartu kuning kepada sang winger Brasil, sementara staf Madrid sigap menariknya menjauh dan membawanya ke ruang ganti sebelum situasi menjadi lebih panas.
Dalam wawancara setelah pertandingan langsung Diego Simeone memilih menjaga sikap dan menegaskan bahwa insiden tersebut sudah berakhir di lapangan.
