Moggi bahkan menuduh Inter melakukan praktik serupa, tetapi tidak terseret karena rekaman telepon mereka baru muncul bertahun-tahun kemudian ketika kasus sudah kedaluwarsa.
Andrea Agnelli, mantan presiden Juve, menyebut trofi yang diberikan pada Inter: “Scudetto itu bukan diraih di lapangan, tetapi diberikan di kantor pengadilan.”
Beberapa mantan wasit yang divonis bersalah juga menuding bahwa sistem saat itu bukan pengaturan hasil, melainkan “hubungan politik” yang biasa terjadi dalam liga mana pun.
Baca Juga:Longo Sarankan AC Milan Rekrut Dua Pemain Impian Allegri: Satu dari Liverpool, Satu Lagi dari JuventusGelar Piala Super Prancis Melayang ke PSG di Injury Time, Pelatih Marseille Menangis di Ruang Ganti
Dengan kata lain, bagi para pendukung Juventus, Inter bukan korban—melainkan penerima keuntungan terbesar dari skandal itu.
Moratti sendiri selalu membantah tudingan tersebut dan menegaskan Inter tidak terlibat, seraya menyatakan bahwa kritik balasan itu hanyalah strategi untuk mengaburkan kesalahan pihak lain.
Sebagai Presiden Inter saat itu, Moratti berada di garis depan melawan sistem yang ia sebut sebagai “struktur kontrol kekuasaan sepak bola”.
Kini, menurutnya, situasinya tak separah dulu—tetapi tetap mengkhawatirkan.Moratti kemudian bicara soal duel besar akhir pekan ini melawan Napilo. Baginya, kemenangan akan membuka jalan Inter menguasai liga.
“Jika Inter menang, keunggulan mereka sangat besar meski musim masih panjang,” ulasnya.
“Inter tampil meyakinkan dan layak memimpin. Napoli pun luar biasa—terutama berkat Antonio Conte,” jelasnya.
Tak hanya bicara wasit dan skandal lama, Moratti juga memuji Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis.
Baca Juga:Real Madrid Tumbangkan Atletico, Xabi Alonso Tuding Provokasi Simeone ke Vinicius Lewati BatasTawaran Gaji Dinaikkan, Giacomo Raspadori Setuju Gabung AS Roma
“Perkembangan Napoli luar biasa. Banyak pihak mengira mereka hanya bertahan di papan atas, tetapi faktanya mereka melewati pesaing-pesaing besar,” tutur Moratti.
Ia menekankan bahwa meraih sukses di Napoli bukan perkara mudah, meski dukungan publik kota itu sangat militan.
“Membangun tim juara di kota seperti Napoli adalah pencapaian besar,” pungkasnya.
