Moratti Tuding Wasit Italia Tidak Becus: “Di Zaman Saya Sepak Bola Dikendalikan Mafia”

Massimo Moratti
Massimo Moratti Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, kembali mengkritik keras kualitas perwasitan Serie A.

Dalam wawancara bersama Napoli Network, sosok yang memimpin Inter selama salah satu era paling panas sepak bola Italia itu menilai kesalahan wasit bukan sekadar insiden biasa.

Menurut Moratti, kendala yang kini terjadi memang berbeda dengan masa lalu, tetapi bukan berarti lebih baik.

Baca Juga:Longo Sarankan AC Milan Rekrut Dua Pemain Impian Allegri: Satu dari Liverpool, Satu Lagi dari JuventusGelar Piala Super Prancis Melayang ke PSG di Injury Time, Pelatih Marseille Menangis di Ruang Ganti

“Dengan masa lalu sulit mencari kemiripan,” ujarnya dikutip dari Calciomercato.

“Pada masa saya, sepak bola dipimpin oleh sebuah asosiasi kriminal (seperti mafia) yang mengendalikan seluruh sistem,” lanjutnya.

“Sekarang masalahnya bukan mafia, tetapi wasit yang tidak siap dan tidak layak memimpin pertandingan,” paparnya.

Moratti lalu menilai Video Assistant Referee (VAR), yang seharusnya menjadi solusi, justru menambah kebingungan.

“VAR sudah menjadi kebutuhan, tapi penggunaannya belum seimbang,” kata Moratti.

“Kadang VAR memutuskan, kadang wasit memutuskan, dan publik tidak tahu siapa yang bertanggung jawab. Ini harus sesuai dengan ekspektasi penggemar,” sarannya.

Ia juga menyebut laga Napoli vs Verona sebagai contoh nyata di mana keputusan wasit terkesan membingungkan.

Baca Juga:Real Madrid Tumbangkan Atletico, Xabi Alonso Tuding Provokasi Simeone ke Vinicius Lewati BatasTawaran Gaji Dinaikkan, Giacomo Raspadori Setuju Gabung AS Roma

“Saya lihat pertandingan itu, dan jelas ada hal-hal yang tidak transparan,” tambahnya.

Ucapan Moratti mengingatkan kembali pada salah satu skandal terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa: Calciopoli 2006.

Saat itu, penyelidikan mengungkap jaringan manajemen klub, direktur, dan pejabat perwasitan yang mengatur penunjukan wasit untuk menguntungkan klub tertentu—khususnya Juventus.

Hasil dari skandal tersebut, Juventus dicopot gelarnya dan terdegradasi ke Serie B, AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Reggina mendapat hukuman poin

Sedangkan Inter naik menjadi juara Serie A 2005–2006.

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan narasi Moratti bahwa Inter hanyalah “korban” Calciopoli.

Sejumlah mantan pejabat dan pemain Juventus menuding bahwa penyelidikan kala itu tidak sepenuhnya adil.

Luciano Moggi, direktur Juventus saat itu, berkali-kali menegaskan bahwa Juventus hanyalah kambing hitam dan bahwa “semua klub besar berkomunikasi dengan pejabat wasit.”

0 Komentar