TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Peran Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum di SMP swasta Kota Tasikmalaya kembali disorot.
Tak lagi sekadar pengatur jadwal dan administrasi, posisi ini didorong menjadi aktor utama penentu arah dan mutu pembelajaran di sekolah.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan pembinaan dan penguatan kompetensi Wakasek Kurikulum SMP swasta se-Kota Tasikmalaya yang diikuti sekitar 70 peserta, Kamis (8/1/2026), di SMP YI Tasikmalaya.
Baca Juga:RKPD 2027 Kota Tasikmalaya Mulai Digodok, Kemiskinan hingga Stunting Jadi PR SeriusWarung di Pasar Karlis Kota Tasikmalaya Kabakaran, Diduga Akibat Kebocoran Tabung Gas
Kegiatan yang dikemas dalam forum diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) itu secara khusus membedah penyusunan agenda kependidikan semester II Tahun Ajaran 2025/2026.
Pola diskusi dipilih untuk membuka ruang refleksi, tukar praktik baik, sekaligus menyelaraskan program akademik agar lebih terukur dan kontekstual.
Sekretaris Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Kota Tasikmalaya, Usep Muhajir, menegaskan Wakasek Kurikulum memiliki posisi strategis yang sering kali belum dimaksimalkan.
“Wakasek Kurikulum bukan pelengkap struktur sekolah. Ia adalah arsitek pembelajaran yang menentukan arah, menjaga mutu, dan memastikan kurikulum benar-benar bermakna bagi peserta didik,” tegas Usep.
Ia menekankan, Wakasek Kurikulum harus mampu menerjemahkan berbagai regulasi pendidikan ke dalam praktik nyata di sekolah.
Mulai dari penyusunan kalender pendidikan, program semester, pengelolaan pembelajaran intra, ko, dan ekstrakurikuler, hingga penguatan asesmen dan pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, seluruh perencanaan tersebut harus selaras dengan Standar Kompetensi Lulusan, pendekatan Pembelajaran Mendalam (deep learning), delapan profil lulusan, tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta nilai karakter Pancawaluya.
Baca Juga:Siap-Siap! Rotasi Eselon II dan Kepsek di Kota Tasikmalaya Dijadwalkan Minggu DepanParkir di Kota Tasikmalaya Masih Amburadul, Klaim Dishub Dinilai Jadi Aib Pemkot
Dalam forum tersebut, para Wakasek Kurikulum juga menyusun dan merefleksikan agenda prioritas semester II.
Isu penguatan literasi dan numerasi, asesmen pembelajaran, persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penataan administrasi kurikulum, hingga sinkronisasi program sekolah dengan kebijakan daerah dan nasional menjadi perhatian utama.
Selain menyusun program, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang penguatan jejaring profesional antar-Wakasek Kurikulum SMP swasta di Kota Tasikmalaya.
Penyamaan persepsi dinilai penting agar pengelolaan kurikulum berjalan lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada mutu layanan pendidikan.
Melalui pembinaan ini, Wakasek Kurikulum diharapkan mampu tampil sebagai penggerak perubahan di sekolah—bukan hanya tertib administrasi, tetapi juga mampu mengawal proses pembelajaran yang sadar tujuan, bermakna, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik. (rls/rezza rizaldi)
