RADARTASIK.ID – Paris Saint-Germain kembali mengukuhkan dominasinya di Prancis.
Bertanding di Jaber Al Ahmad International Stadium, Kuwait, PSG menaklukkan Olympique Marseille lewat adu penalti dan memastikan gelar Piala Super Prancis, meski sempat berada di ujung kekalahan dramatis.
Laga ini disiarkan langsung melalui kanal Ligue 1+, lengkap dengan komentar berbahasa Prancis yang diterjemahkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Atmosfer panas terasa sejak menit awal, dan penyelesaian laga menyisakan kisah emosional hingga ke ruang ganti.
Baca Juga:Real Madrid Tumbangkan Atletico, Xabi Alonso Tuding Provokasi Simeone ke Vinicius Lewati BatasTawaran Gaji Dinaikkan, Giacomo Raspadori Setuju Gabung AS Roma
PSG unggul lebih dahulu di babak pertama. Ousmane Dembélé mencetak gol pada menit ke-13 setelah memanfaatkan umpan matang Vitinha.
Marseille mencoba tenang dan membangun serangan balik terencana. Hasilnya baru terlihat di paruh kedua.
Tim asuhan Roberto De Zerbi menyamakan keadaan menjadi 1-1 melalui eksekusi penalti Greenwood pada menit ke-76.
Marseille semakin dekat dengan trofi ketika hanya tiga menit jelang waktu normal berakhir, Pacho melakukan gol bunuh diri yang membuat OM berbalik unggul 2-1.
Namun PSG, seperti sering terjadi, menolak menyerah.
Pada menit kelima injury time, Barcola masuk kotak penalti dari kanan dan mengirim umpan mendatar yang diselesaikan Gonçalo Ramos menjadi gol 2-2.
Keunggulan Marseille pun buyar di ujung pertandingan.
Pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti, dan di sinilah PSG menunjukkan kualitas juara.
Penjaga gawang muda, Chevalier, menjadi pahlawan setelah menggagalkan tembakan O’Riley dan Traore.
Baca Juga:Rabiot Masuk Daftar 3 Pemain Terburuk AC Milan saat Ditahan Imbang GenoaLegenda Juventus Sebut Dimarco Bek Sayap Terbaik di Dunia: Saya Sangat Mengaguminya
Sementara para penendang PSG menjalankan tugas sempurna, memastikan kemenangan 6-3 dalam drama tos-tosan.
Gelar ini melengkapi deretan trofi PSG yang sepanjang 2025 disebut sebagai penguasa sepak bola Prancis dan Eropa.
Usai laga, pelatih PSG Luis Enrique secara jujur memberikan pujian kepada Roberto De Zerbi.
“Marseille bermain luar biasa, bahkan lebih baik dari kami. Saya harus memberi selamat kepada Roberto De Zerbi. Ia sering dikritik, padahal dia pelatih hebat,” ujar Enrique.
Disisi lain Pelatih Marseille, Roberto De Zerbi, tak kuasa menyembunyikan kekecewaanya kehilangan gelar yang sudah berada dalam genggaman.
