TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Gedung Damkar dan BPBD Kota Tasikmalaya di kawasan Indihiang mulai difungsikan meski pembangunan fisiknya belum rampung sepenuhnya.
Progres tahap pertama bangunan di Kompleks Dishubkominfo itu baru mencapai sekitar 50 persen, namun sudah digunakan untuk menunjang operasional pelayanan kebencanaan dan pemadam kebakaran.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, H Hanafi, mengatakan pemanfaatan gedung dilakukan demi memastikan layanan publik di sektor penyelamatan tetap berjalan optimal.
Baca Juga:Dari ATCS hingga Pengeras Suara, Kota Tasikmalaya Menata Nuansa Islami Setiap Hari JumatKota Tasikmalaya Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Arboretum Bambu
Menurutnya, karakter tugas BPBD dan Damkar menuntut kesiapan sarana prasarana meski pembangunan masih berproses.
“BPBD dan Damkar ini menyangkut penyelamatan. Sarana prasarana sangat menentukan, sehingga meski belum sepenuhnya rampung, gedung ini sudah bisa difungsikan,” kata Hanafi, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan gedung dilakukan tanpa pengadaan aset baru. Sejumlah mebeler dan perlengkapan berasal dari pemanfaatan barang layak pakai milik SKPD lain.
Proses pemindahan pun dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, mulai dari Kominfo, PUTR hingga BPBD.
Meski sudah digunakan, status aset gedung tersebut masih berada di Dinas PUTR karena belum dilakukan serah terima resmi.
Namun secara kepemilikan, bangunan tetap merupakan aset Pemerintah Kota Tasikmalaya.
“Yang terpenting, gedung ini bisa digunakan untuk pelayanan publik yang sifatnya sangat sentral dan mendesak,” ujarnya.
Dari sisi fungsi, lantai dasar gedung telah dirancang sebagai area armada Damkar dan kendaraan penunjang.
Baca Juga:58 Ribu Masjid Disasar, Kemenag Jabar Canangkan Gebber Masjid Serentak di 626 KecamatanDishub Dipanggil, Kepala Tak Hadir: Parkir Kota Tasikmalaya Kembali Digas dari Ruang Rapat
Keberadaan sumur di lokasi juga menjadi nilai tambah karena dapat dimanfaatkan sebagai suplai air untuk kebutuhan pemadaman kebakaran.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang personel, posko siaga, hingga sistem komunikasi dinilai sudah memadai.
Hanafi menegaskan, kesiapan ruang menjadi krusial karena personel Damkar dan BPBD harus bersiaga selama 24 jam.
“Dari sisi penempatan dan fungsi, ini sudah sangat layak untuk operasional,” kata Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tasikmalaya tersebut.
Saat ini, armada Damkar yang dioperasikan berjumlah tiga unit.
Hanafi mengakui proses pembangunan gedung memang membutuhkan waktu, namun pemanfaatan dilakukan bertahap agar tidak menghambat pelayanan kebencanaan di Kota Tasikmalaya.
