Dishub Dipanggil, Kepala Tak Hadir: Parkir Kota Tasikmalaya Kembali Digas dari Ruang Rapat 

evaluasi pengelolaan parkir Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan bersama TAPD memanggil Dishub untuk mengevaluasi program parkir di ruang kerjanya, Kamis (8/1/206). Prokopim for Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Setelah lama jadi bahan keluhan publik, kegagalan berlapis inovasi penggalian retribusi parkir akhirnya berujung pemanggilan resmi.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya dipanggil langsung Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, Kamis (8/1/2026) sore.

Pemanggilan ini menjadi buntut dari kritik terbuka soal pengelolaan parkir yang dinilai penuh konsep, minim hasil.

Baca Juga:Kurikulum Jadi Kunci, Wakasek SMP Swasta Kota Tasikmalaya Diminta Kawal Mutu SekolahRKPD 2027 Kota Tasikmalaya Mulai Digodok, Kemiskinan hingga Stunting Jadi PR Serius

Berbagai program Dishub —mulai dari karcis parkir, sistem setoran harian juru parkir, hingga skema parkir tanpa karcis alias gratis— terlihat rapi di atas kertas.

Namun realitas di lapangan berbicara lain. Publik tahu, juru parkir tahu, setoran daerah pun ikut tahu: sebagian besar kebijakan itu belum benar-benar berjalan optimal.

Yang memenuhi panggilan evaluasi hanya Kepala UPTD Parkir Dishub Uen Haeruman dan Sekretaris Dishub Jamaludin.

Kepala Dishub Kota Tasikmalaya, Iwan Kurniawan, absen lantaran tengah menjalani cuti. Evaluasi pun berlangsung tanpa nahkoda utama sektor perparkiran.

Sementara itu, di sisi lain meja rapat, Wali Kota Viman memimpin evaluasi dengan formasi lengkap Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Hadir Sekda Kota Tasikmalaya Asep Goparullah, Asda II Hanafi, Kepala BPKAD Tedi Setiadi, Kepala Bapenda Hadi Riyadi, serta unsur lainnya.

Lengkap, solid, dan serius —seolah ingin memastikan kebocoran tak lagi dibiarkan mengalir-.

Baca Juga:Warung di Pasar Karlis Kota Tasikmalaya Kabakaran, Diduga Akibat Kebocoran Tabung GasSiap-Siap! Rotasi Eselon II dan Kepsek di Kota Tasikmalaya Dijadwalkan Minggu Depan

Viman menegaskan bahwa evaluasi Dishub ini bagian dari upaya besar optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor parkir yang selama ini dinilai ramai kendaraan, sepi setoran.

“Kita sedang mengidentifikasi optimalisasi PAD. Arah pembahasan kita ke digitalisasi, supaya potensi PAD itu bisa ter-capture, bisa terlihat,” ujar Viman usai pemanggilan Dishub.

Menurut dia, digitalisasi menjadi kunci agar potensi parkir tidak lagi menguap di jalanan.

Pemanfaatan kamera CCTV disebut sebagai salah satu instrumen untuk memetakan potensi riil parkir di Kota Tasikmalaya.

Viman menyebut, secara konsep Dishub sebenarnya sudah siap. Termasuk digitalisasi pembayaran melalui QRIS dan sistem non-tunai. Namun, penerapannya tidak bisa serta-merta.

“Digitalisasi itu perlu perubahan budaya, perlu tata kelola yang baik. Jadi penerapannya bertahap,” katanya.

0 Komentar