Ia pun mengapresiasi Satpol PP, Dishub, dan jajaran Asisten Daerah yang dinilainya sudah bergerak serempak tanpa menunggu seremoni.
“Mudah-mudahan ini konsisten. Bukan satu hari, bukan satu pekan. Setiap Jumat,” tambahnya.
Ke depan, Pemkot bahkan membuka kemungkinan melibatkan unsur lain seperti PKS, Pramuka, hingga kepolisian perempuan dalam penguatan nuansa religius di ruang publik—tentu jika dukungan anggaran memungkinkan.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Arboretum Bambu58 Ribu Masjid Disasar, Kemenag Jabar Canangkan Gebber Masjid Serentak di 626 Kecamatan
Di tengah kota yang terus tumbuh dan berubah, suara woro-woro itu kembali menjadi penanda waktu.
Mengingatkan bahwa di Kota Tasikmalaya, modernitas boleh melaju, tapi panggilan Jumat tetap harus mendapat tempat utama. (rezza rizaldi)
