Dari ATCS hingga Pengeras Suara, Kota Tasikmalaya Menata Nuansa Islami Setiap Hari Jumat

woro-woro salat Jumat Kota Tasikmalaya
Petugas Satpol PP Kota Tasikmalaya saat keliling pusat perkotaan mengingatkan Salat Jumat, Jumat (9/1/2026). Istimewa for Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Menjelang azan Salat Jumat berkumandang, suasana Kota Tasikmalaya perlahan berubah.

Lalu lintas masih berjalan, aktivitas ekonomi belum sepenuhnya reda, namun dari pengeras suara terdengar suara lembut perempuan berseragam Satpol PP.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…”

Woro-woro itu mengalun, Jumat (9/1/2026), beberapa saat sebelum waktu Salat Jumat tiba. Sekitar pukul 11.15.

Baca Juga:Kota Tasikmalaya Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Arboretum Bambu58 Ribu Masjid Disasar, Kemenag Jabar Canangkan Gebber Masjid Serentak di 626 Kecamatan

Isinya sederhana, namun sarat makna: ajakan kepada masyarakat muslim Kota Tasikmalaya agar segera bersiap menunaikan ibadah Salat Jumat di masjid terdekat.

Tak ada nada memerintah. Tak pula bernada menggurui.

Hanya imbauan yang disampaikan dengan bahasa santun, berulang, seolah mengingatkan kembali denyut lama Kota Santri yang sempat meredup oleh rutinitas modern.

Bagi Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, woro-woro ini bukan sekadar pengumuman. Ia menyebutnya sebagai ikhtiar mengembalikan rasa Kota Tasikmalaya.

“Ini bukan hal baru. Ini upaya mengembalikan marwah Kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri,” ujar Diky.

Menurutnya, sejak awal tahun baru 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya memang berupaya menata kembali keseimbangan antara keberagaman dan identitas kesantrian.

Kesenian tradisional dan modern tetap diberi ruang, perayaan tetap berlangsung, namun penutupnya selalu doa bersama.

“Filosofinya jelas. Kita boleh berbahagia, menyambut hal yang Insyaallah ma’ruf dan baik, tapi dengan cara yang baik juga. Jangan meninggalkan nuansa pesantren Kota Tasik,” katanya.

Baca Juga:Dishub Dipanggil, Kepala Tak Hadir: Parkir Kota Tasikmalaya Kembali Digas dari Ruang Rapat Kurikulum Jadi Kunci, Wakasek SMP Swasta Kota Tasikmalaya Diminta Kawal Mutu Sekolah

Nuansa itu kini tak hanya terdengar dari pengeras suara Satpol PP. Di sejumlah persimpangan, ATCS (Area Traffic Control System) mulai memutar murottal Al-Qur’an setiap Jumat.

Dinas Perhubungan turut ambil peran, menyelipkan pesan-pesan pengingat waktu ibadah di ruang publik yang biasanya bising oleh klakson.

Tak berhenti di jalanan, imbauan juga diarahkan ke sektor usaha.

Restoran, toko, hingga perusahaan diminta menjalankan kewajiban sesuai Perda: menyediakan waktu dan ruang bagi karyawan untuk beribadah.

“Soal ibadahnya, itu hak pribadi masing-masing. Tidak boleh ada pemaksaan, nanti kita melanggar undang-undang,” tegas Diky.

“Tapi kewajiban menyediakan waktu dan ruang ibadah, itu harus.”

0 Komentar