TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat mencanangkan Gebber Masjid (Gerakan Bersama Beberesih Masjid) sebagai upaya mendorong masjid dan tempat ibadah umat Islam menjadi ruang yang bersih, nyaman, sekaligus berdampak sosial bagi masyarakat.
Peluncuran program tersebut dilakukan secara daring serentak se-Jawa Barat dari Masjid Besar Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (9/1/2026), dan diikuti jajaran KUA di 626 kecamatan.
Tokoh Agama Kecamatan Mangkubumi, Ustaz Yanyan Albayani, menekankan bahwa Gebber Masjid tidak boleh berhenti sebagai agenda simbolik.
Baca Juga:Dishub Dipanggil, Kepala Tak Hadir: Parkir Kota Tasikmalaya Kembali Digas dari Ruang Rapat Kurikulum Jadi Kunci, Wakasek SMP Swasta Kota Tasikmalaya Diminta Kawal Mutu Sekolah
Ia berharap gerakan ini berjalan kontinu dan menjadi contoh bagi aktivis masjid serta umat Islam.
“Harapannya kegiatan ini berkelanjutan dan menjadi penyemangat. Membersihkan masjid bukan hanya soal zahir, tapi juga batin. Masjid harus steril dari kotoran fisik sekaligus mampu membersihkan kotoran umat yang mengganggu kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat, H Dudu Rohman, menegaskan bahwa Gebber Masjid diarahkan sebagai gerakan layanan nyata ASN Kemenag kepada masyarakat, bukan sekadar program administratif.
“Masjid harus memberi kenyamanan, membuat jamaah betah dan khusyuk beribadah. Itu dimulai dari masjid yang bersih dan sehat,” kata Dudu.
Ia menyebut, ASN Kemenag, penyuluh agama, hingga kepala KUA diminta aktif bergerak membantu masjid dan tempat ibadah umat Islam yang membutuhkan, mulai dari kebersihan hingga pengecatan.
“Kalau melihat masjid atau pesantren yang WC-nya kotor, lingkungannya perlu dibantu, kita harus cepat bergerak. Ini bagian dari ibadah sosial, bukan hanya ibadah mahdhah,” tegasnya.
Dudu juga menekankan bahwa Gebber Masjid mencakup bukan hanya masjid, tetapi juga pondok pesantren dan sarana pendidikan keagamaan lainnya, agar seluruh lingkungan ibadah benar-benar layak dan membawa keberkahan.
Baca Juga:RKPD 2027 Kota Tasikmalaya Mulai Digodok, Kemiskinan hingga Stunting Jadi PR SeriusWarung di Pasar Karlis Kota Tasikmalaya Kabakaran, Diduga Akibat Kebocoran Tabung Gas
Sementara itu, Kabid Urais Kemenag Kanwil Jabar, H Qohar Burhan, menyebut Gebber Masjid berangkat dari semangat layanan cinta Kementerian Agama yang mendorong masjid agar berdaya dan berdampak bagi masyarakat.
“Kebersihan itu dimulai dari hal kecil. Kalau dibiasakan, akan menjadi besar dan luar biasa. Ini bagian dari meningkatkan keimanan,” tuturnya.
