RADARTASIK.ID – Film Korea terbaru berjudul The King’s Warden resmi merilis poster terbarunya dan langsung menarik perhatian penggemar film sejarah.
Film ini menyoroti kisah tersembunyi Raja Danjong, salah satu tokoh paling tragis dalam sejarah Dinasti Joseon.
Dengan menggandeng Park Ji Hoon dan Yoo Hae Jin sebagai pemeran utama, The King’s Warden menjanjikan emosi yang kuat, dibalut latar sejarah yang jarang diangkat ke layar lebar.
Sinopsis Film The King’s Warden
Baca Juga:Sinopsis Sister, Film Korea Terbaru yang Dibintangi Jung Zi So, Lee Soo Hyuk dan Cha Joo YoungOh Yeon Seo Ungkap Alasan Membintangi Drama Korea Positively Yours, Berikut Jadwal Tayangnya
The King’s Warden merupakan film Korea pertama yang secara khusus berfokus pada kisah Raja Danjong.
Raja keenam Joseon ini naik tahta pada usia sangat muda, yaitu 12 tahun. Namun, kekuasaannya tidak bertahan lama.
Ia digulingkan oleh pamannya sendiri, Pangeran Agung Suyang, dan kemudian diasingkan ke Cheongnyeongpo, Provinsi Gangwon, tempat ia akhirnya menemui akhir hidup yang tragis.
Berlatar tahun 1457, film ini mengikuti perjalanan Eom Heung Do (Yoo Hae Jin), seorang kepala desa yang mengambil keputusan berani dengan menjadikan desanya sebagai lokasi pengasingan.
Keputusan tersebut diambil demi menghidupkan kembali masa depan desanya.
Tanpa disangka, langkah itu justru mempertemukannya dengan Yi Hong Wi, nama pribadi Raja Danjong, yang diperankan oleh Park Ji Hoon.
Poster resmi The King’s Warden menampilkan dua visual berbeda yang sama-sama menyimpan makna mendalam.
Keduanya menyoroti hubungan persahabatan antara raja muda yang digulingkan dan kepala desa yang sederhana.
Baca Juga:Mobil Listrik BMW iX3 Versi Terbaru Hadir dengan Asisten AI Alexa+Xiaomi SU7 Versi Terbaru Resmi Meluncur, Jarak Tempuh Kini Tembus 902 KM
Poster pertama memperlihatkan Eom Heung Do dan Yi Hong Wi sedang menaiki rakit, menyusuri sungai yang dikelilingi tebing-tebing tinggi.
Visual ini menimbulkan rasa penasaran tentang nasib yang menanti mereka di Cheongnyeongpo.
Sungai dan tebing seolah menjadi simbol keterasingan sekaligus takdir yang tak bisa dihindari.
Di balik ketenangan visual tersebut, tersimpan ironi besar. Eom Heung Do memiliki ambisi pribadi untuk menjadikan desanya makmur lewat status sebagai tempat pengasingan.
Namun, di sepanjang perjalanan, ia justru bertemu sosok raja muda yang mengubah pandangannya tentang kekuasaan, tanggung jawab, dan kemanusiaan.
