Siapa Mau Bayar? Revitalisasi Pasar Parigi Pangandaran Terhalang Hutang Pedagang

pasar parigi pangandaran
Pasar Parigi yang sementara ini belum bisa direvitaliasi karena sebagian kios jadi jaminan hutang pedagang.
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Kondisi tradisional Pasar Parigi Kabupaten Pangandaran nampak kumuh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran belum bisa merevitalisasi. Hal itu karena sebagian kios di pasar tersebut menjadi jaminan hutang bahkan objek sitaan.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan Pasar Tradisional Parigi hampir direvitalisasi di pada masa kepemimpinan Bupati sebelumnya–Jeje Wiradinata. Saat itu ada suntikan anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pasar Parigi sendiri bukan aset pemerintah sehingga upaya revitalisasi perlu serah terima dari pedagang ke Pemkab. Hal itu pun belum bisa dilakukan karena sebagian kios di Pasar Parigi statusnya merupakan jaminan hutang dari pedagang.

Baca Juga:Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!Hadapi Libur Panjang Tahun Baru, Polres Garut Pantau Jalan Rusak

“Diserahkan sementara, namun ternyata, kios-kios di sana punya hutang ke bank,” katanya kepada Radar Rabu (7/1/2025).

Bahkan diantaranya ada yang menjadi sitaan bank, sehingga untuk mengambil alih kewenangan aset pasar Parigi, Pemkab Pangandaran perlu melunasi hutang pedagang ke bank. Meskipun serah terima tersebut dilakukan untuk sementara waktu.

“Waktu itu kita kita langsung ajukan ke dirjen, tapi setelah dijelaskan duduk permasalahannya seperti itu, pihak dirjen menyarankan untuk tidak melaksanakannya,” paparnya.

Maka dari itu, hingga saat ini Pasar Tradisional Parigi belum juga direvitalisasi. Ada pun rencana saat ini, Pemkab Pangandaran akan melakukan perbaikan beberapa infrastruktur yang memungkinkan untuk dilakukan. “Rencana kedepan, kita akan memperbaiki jalannya terlebih dahulu, sebelum nanti memperbaiki bangunannya,” ujarnya.

Tedi mengatakan, untuk merevitalisasi Pasar Tradisional Parigi, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 30 Miliar, lebih kecil dari Pasar Pananjung di Kecamatan Pangandaran. “Disana ada sekitar 200 sampai 300 pedagang yang masih aktif hingga saat ini,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung pasar Hadi (35) mengatakan, yang harus diperbaiki saat ini adalah jalannya yang masih berbatu. “Ya minimal di aspal, biasanya kalau hujan suka rujit (mengganggu),” katanya.(Deni Nurdianysah)

0 Komentar