Relasi Kereta Api Garut–Jawa Tengah Masih Tanda Tanya, Minat Warga Tinggi tapi Kajian Ekonomi Jadi Penentu

Kereta Api Garut–Jawa Tengah
Suasana di kawasan Stasiun Kereta Api Garut yang berada di Kecamatan Garut Kota beberapa waktu lalu. (Agi Sugiana/Radartasik.id)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Wacana penambahan relasi Kereta Api (KA) dari Garut menuju wilayah Jawa Tengah kembali mengemuka.

Harapan masyarakat pun menguat, seiring meningkatnya minat perjalanan kereta api dari Stasiun Garut dalam beberapa tahun terakhir.

Namun hingga kini, rencana tersebut masih berada di wilayah abu-abu karena menunggu perhitungan ekonomi dari operator.

Baca Juga:Dari Diplomasi ke Operasi Militer: Perubahan Sikap Trump terhadap Nicolas MaduroBenarkah Harga Cat Ditentukan oleh Warna Pilihan? Ini Penjelasan Teknis yang Jarang Dibahas

Pemerintah Kabupaten Garut telah mengusulkan pembukaan rute baru tersebut kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Usulan itu diharapkan dapat memperluas konektivitas Garut dengan kota-kota di Jawa Tengah, termasuk destinasi wisata favorit seperti Yogyakarta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Satria Budi, menjelaskan, pemerintah daerah hanya memiliki kewenangan sebatas mengajukan usulan.

Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan PT KAI sebagai operator transportasi massal yang harus mempertimbangkan kelayakan operasional dan aspek keuntungan.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada informasi lanjutan terkait realisasi rute baru Kereta Api Garut–Jawa Tengah tersebut.

”Mungkin ada perhitungan ekonomis oleh Daop (Daerah Operasi) 2 Bandung,” ucapnya, Kamis, 8 Januari 2026.

Artinya, meskipun wacana terus bergulir, belum ada kepastian kapan relasi KA Garut–Jawa Tengah benar-benar dapat diwujudkan.

Baca Juga:Selain Jumlahnya Belum Ideal, PJU Baru di Kabupaten Garut Belum Semua MenyalaDari 15 Ribu Pencari Kerja di Garut, Hanya 9.000 Orang yang Terserap

Sebagai bagian dari proses penjajakan, PT KAI juga telah menyebarkan kuesioner kepada masyarakat untuk mengukur seberapa besar minat publik terhadap rencana relasi baru ini.

Langkah tersebut menjadi indikator awal dalam menilai potensi pasar.

Stasiun Garut bukan pemain baru dalam layanan kereta api.

Jalur Cibatu–Garut direaktivasi pada Maret 2022, membuka kembali denyut transportasi rel di wilayah ini.

Sejak itu, layanan terus bertambah, mulai dari KA lokal hingga jarak jauh.

Saat ini, dari Stasiun Garut terdapat empat keberangkatan rutin setiap hari.

Dua di antaranya adalah KA lokal KA Cibatuan dengan tujuan akhir Purwakarta.

Sementara dua lainnya merupakan KA jarak jauh, yakni KA Cikuray dengan tujuan Pasar Senen dan KA Papandayan yang melayani rute hingga Stasiun Gambir.

Perkembangan layanan ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan kereta dari dan menuju Garut terus tumbuh.

0 Komentar