RADARTASIK.ID – Harga emas hari ini, Kamis, 8 Januari 2026, kembali mencuri perhatian publik karena mayoritas produk emas batangan tercatat mengalami kenaikan harga di pasar domestik.
Pergerakan harga emas tersebut dipengaruhi oleh dinamika harga emas dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Berdasarkan data dari laman Logam Mulia dan Sahabat Pegadaian, emas UBS ukuran 1 gram hari ini dijual dengan harga Rp2.648.000.
Baca Juga:Motorola Razr 60 Ultra Hadirkan Identitas Baru HP Lipat dengan Sentuhan Klasik ModernIntip! Bocoran iQOO 15 Ultra, Indikasi Kuat Flagship Gaming Baru di Pasar Smartphone 2026
Harga emas UBS tersebut tercatat naik sebesar Rp10.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran Rp2.638.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback atau penjualan kembali emas UBS ukuran 1 gram berada di level Rp2.434.000.
Kenaikan harga juga terjadi pada emas batangan bersertifikat PT Antam yang masih menjadi acuan utama investor ritel di Indonesia.
Harga emas Antam ukuran 1 gram hari ini tercatat sebesar Rp2.584.000.
Nominal tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni Rp35.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp2.549.000 per gram.
Untuk harga buyback emas Antam ukuran 1 gram, tercatat berada di level Rp2.440.000.
Selain UBS dan Antam, emas Galeri 24 juga menunjukkan tren penguatan pada perdagangan hari ini.
Harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram tercatat dijual di angka Rp2.599.000.
Harga tersebut naik sebesar Rp17.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran Rp2.582.000 per gram.
Baca Juga:Redmi Pad 2 Pro Punya Spek dan Fitur Seimbang untuk Produktivitas Maupun Hiburan di Segmen Tablet 2 JutaaniQOO Z11 Turbo disebut Bakal Menantang Flagship di Awal 2026, Performa Ekstrem dengan Harga Yang Rasional
Sementara itu, harga buyback emas Galeri 24 ukuran 1 gram hari ini berada di level Rp2.436.000.
Secara umum, selisih harga jual dan buyback yang relatif stabil mencerminkan tingginya minat pasar terhadap emas fisik.
Kenaikan harga emas di berbagai produk ini menunjukkan respons pasar terhadap meningkatnya permintaan aset lindung nilai.
Emas masih dipandang sebagai instrumen investasi yang aman di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global.
Di sisi lain, investor domestik juga cenderung menjadikan emas sebagai sarana menjaga nilai aset dari tekanan inflasi.
Perbedaan harga antarproduk emas memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memilih instrumen investasi sesuai kebutuhan.
Dengan tren penguatan yang terjadi hampir merata, emas kembali menegaskan posisinya sebagai aset favorit di awal tahun 2026.
