Menurut Deddy, Pemkot Tasikmalaya tak ingin citra daerah justru tercoreng gara-gara persoalan izin yang amburadul.
Terlebih, sektor industri olahraga, seni, dan pariwisata saat ini sedang didorong pemerintah pusat sebagai mesin ekonomi baru.
Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Kemenpora kini mengarahkan olahraga ke ranah industri.
Bahkan telah dibentuk Direktorat Industri Olahraga sebagai penguat kebijakan.
Baca Juga:Siap-Siap! Rotasi Eselon II dan Kepsek di Kota Tasikmalaya Dijadwalkan Minggu DepanParkir di Kota Tasikmalaya Masih Amburadul, Klaim Dishub Dinilai Jadi Aib Pemkot
“Sekarang olahraga bukan cuma soal prestasi, tapi juga industri,” tambahnya.
Bagi Kota Tasikmalaya yang minim destinasi wisata alam, olahraga seperti padel dinilai bisa menjadi alternatif penggerak ekonomi.
Apalagi kemampuan APBD dalam membangun fasilitas olahraga masih terbatas, sehingga peran swasta tak terelakkan.
Namun, Deddy mengingatkan, dampak lanjutan seperti parkir, penyerapan tenaga kerja lokal, potensi pendapatan asli daerah (PAD), hingga tumbuhnya usaha pendukung seperti kafe dan tempat makan harus masuk dalam pengawasan pemerintah.
“Itu semua satu ekosistem. Bukan cuma lapangan dan raket,” jelasnya.
Terpisah, Manager Padel Well, Muhammad Fahreza, membenarkan tingginya animo masyarakat terhadap olahraga asal Spanyol tersebut.
Ia menyebut lapangan padel di tempatnya nyaris tak pernah sepi.
“Setiap hari penuh. Kita buka dari setengah enam pagi sampai jam sepuluh malam. Banyak juga yang dari Bandung dan Jakarta sengaja ke sini,” tuturnya.
Baca Juga:Alhamdulillah! Gaji ASN dan Guru Mulai Cair, Pemkot Tasikmalaya Janji TPG-THR Dibayar Besok KamisTunjangan Guru PAI Kota Tasikmalaya Masih Tertahan, AGPAII Sebut Masalah Sinkronisasi Kewenangan
Fahreza memastikan bahwa seluruh perizinan usaha telah ditempuh agar pengunjung bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman.
“Izin sudah kami urus semua,” ujarnya singkat. (ayu sabrina barokah)
