Bonny sempat mencetak gol kedua, tetapi dianulir karena handball setelah pemeriksaan VAR.
Inter akhirnya memastikan kemenangan di menit 94 lewat Marcus Thuram, yang memanfaatkan kelengahan pertahanan Parma untuk menutup laga dengan skor 2-0.
Berbicara kepada DAZN, pelatih Inter sekaligus mantan pelatih Parma itu mengakui kemenangan ini terasa spesial.
“Menang di Tardini tidak pernah mudah,” ujar Chivu.
Baca Juga:Media Italia: AS Roma Buka Opsi Barter Striker dengan NapoliSenang dengan Daya Juangnya di Lapangan, Fans Liverpool Tak Izinkan Chiesa Pulang ke Juventus
“Kami menunjukkan kedewasaan, mendominasi permainan, dan hanya memberi mereka satu peluang balik. Kondisi cuaca sulit, tetapi tim tampil dewasa dan berani mengambil inisiatif,” lanjutnya.
Mengenai peluang juara, ia tetap merendah karena merasa belum saatnya membicarakan soal scudetto.
“Kami masih harus bekerja keras. Musim ini panjang dan kami harus menjaga sikap serta keberanian. Target kami jelas, tetapi setiap pertandingan selalu memberi tantangan,” pungkasnya.
Dengan kemenangan ini, Inter memperkuat posisi sebagai tim yang paling konsisten sepanjang musim.
Jika ritme ini terus berlanjut, Nerazzurri tetap menjadi favorit kuat perebut Scudetto 2025.
