Inter Kokoh di Puncak Klasemen, Chivu: Menang di Tardini Tidak Pernah Mudah

Cristian Chivu
Cristian Chivu Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Inter Milan menunjukkan mentalitas juara. Kemenangan 2-0 atas Parma di Stadio Ennio Tardini, Minggu (pekan ke-19 Serie A), memastikan Nerazzurri mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen.

Raihan tiga poin Ini menjadi kemenangan keenam beruntun Inter dalam kompetisi domestik, dan memberi tekanan besar pada para pesaing langsung seperti AC Milan dan Napoli.

Tim asuhan Cristian Chivu tampil dengan rotasi besar sejak menit awal.

Baca Juga:Media Italia: AS Roma Buka Opsi Barter Striker dengan NapoliSenang dengan Daya Juangnya di Lapangan, Fans Liverpool Tak Izinkan Chiesa Pulang ke Juventus

Dalam laga tandang yang dikenal sulit, Inter memilih memberikan menit bermain kepada beberapa pemain pelapis untuk menjaga kebugaran skuad jelang jadwal padat.

Carlos Augusto menggantikan Alessandro Bastoni, Luka Sucic mengisi tempat Nicolo Barella, Henrikh Mkhitaryan bermain untuk Piotr Zielinski, dan Pio Esposito menjadi starter alih-alih Marcus Thuram.

Meski tampil dengan skuad yang dirotasi, Inter tetap mengendalikan tempo permainan.

Nerazzurri menciptakan sejumlah peluang di babak pertama. Yann Aurel Bisseck nyaris membuka skor ketika sundulannya membentur mistar gawang, sementara Lautaro Martinez menyia-nyiakan peluang emas dengan sundulan dari jarak dekat.

Penampilan solid kiper Parma, Simone Corbi, membantu tuan rumah bertahan lebih lama dari pada seharusnya.

Ironisnya, justru Parma yang hampir mencetak gol terlebih dahulu melalui tembakan Dennis Man Ondrejka, yang mengenai tiang gawang memanfaatkan umpan silang dari Valeri.

Namun satu menit sebelum turun minum, drama besar terjadi. Bola liar dari kombinasi Esposito dan Circati memantul ke jalur Federico Dimarco, yang melepaskan tembakan kaki kiri menyilang dan bersarang di pojok tiang jauh.

Baca Juga:Messi Akui Pria Aneh: Hobi Mengurung Diri di Kamar dan Tak Suka Berbalas PesanJurnalis Italia Sarankan Juventus Tak Rekrut Federico Chiesa: “Yang Dibutuhkan Adalah Penyerang Tengah”

Wasit Colombo awalnya mengangkat bendera offside, tetapi pemeriksaan VAR oleh La Penna membatalkan keputusan tersebut. Inter unggul 1-0 tepat di pengujung babak pertama.

Selepas jeda, Parma mencoba memperlambat tempo dan mencuri celah melalui serangan balik cepat.

Masuknya Keita dan Pellegrino sempat memberi tekanan tambahan. Namun Inter tampil lebih matang dan mampu mengelola pertandingan.

Luka Sucic hampir menggandakan keunggulan setelah menerima bola terobosan dari Mkhitaryan, tetapi gagal menuntaskan peluang saat tinggal berhadapan dengan Corbi.

Chivu merespons dengan memasukkan para pemain inti di 25 menit terakhir: Barella, Zielinski, Thuram, Bonny, dan Acerbi memberikan stabilitas dan energi baru.

0 Komentar