Dengan anggaran tersebut, Pemerintah Desa Cikoneng memutuskan tidak lagi mengalokasikan Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur dan menunda kegiatan fisik. Anggaran difokuskan pada program prioritas.
“Saat ini fokus kepada program ketahanan pangan, BLT kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, posyandu, honor guru ngaji ProKlim, penanganan kebencanaan, dan lainnya,” ujarnya.
Maman menyebutkan, penurunan Dana Desa telah disampaikan kepada masyarakat dalam musyawarah desa terkait Rancangan APBDes tahun 2026.
Baca Juga:Sidang Duplik Selesai, Kelanjutan Nasib Terdakwa Endang Juta Ditentukan Pekan DepanKuota Dibeli Tapi Hangus Karna Dibatasi Masa Aktif, Masyarakat Priangan Timur Mengaku Rugi
Menurutnya, wacana penurunan Dana Desa sebenarnya sudah mencuat sebelumnya dan memunculkan kekecewaan sebagian warga.
“Sebelumnya memang ada wacana penurunan DD tahun 2026, sehingga masyarakat pun ada yang menyayangkan ada penurunan tersebut. Karena mungkin tadinya ada pembangunan fisik sekarang ditunda terlebih dahulu dan pengurangan jumlah penerima manfaat seperti BLT kemiskinan ekstrem tadinya 45 orang tahun 2025, bisa jadi tahun 2026 menjadi 12 orang,” katanya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Cikoneng mengaku hanya bisa menerima kebijakan pemerintah pusat.
“Kita hanya mengikuti pemerintah pusat saja, sehingga tak bisa apa-apa,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Cikoneng berencana memaksimalkan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahun untuk menutup kebutuhan program yang tidak terakomodasi Dana Desa 2026.
“Dalam menutup program tak ter-cover DD, kita masih ada PADes,” katanya.
Kondisi serupa juga dirasakan Desa Sinartanjung, Kota Banjar. Kepala Desa Sinartanjung, Asep Hendra, mengaku miris dengan besaran Dana Desa tahun 2026 yang turun tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga:Pesan Kapolres Faruk Rozi: Menjaga Tasikmalaya, Menjaga Hati!Belajar Move On dari Iwan Saputra!
“Dana desa tahun 2025 kami menerima sebesar Rp939 juta, namun tahun ini (2026) hanya sekitar Rp310 jutaan,” ucapnya, Selasa (6/1/2026).
Ia mengaku baru menerima informasi besaran Dana Desa 2026 sehari sebelumnya dan merasa syok dengan penurunan drastis tersebut. Menurutnya, penurunan Dana Desa akan berdampak pada pembangunan, pengembangan, dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Pengurangan DD tersebut dialihkan untuk mendukung pembangunan gerai KDMP, meski belum masuk progres (pembangunan) tetap dipotong,” jelasnya.
Meski demikian, ia menyatakan akan tetap berupaya memanfaatkan Dana Desa yang ada secara optimal.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Kujangsari, Ahmad Mujahid. Ia menyebut Dana Desa tahun 2026 di desanya juga turun signifikan dibandingkan tahun 2025.
