RADARTASIK.ID – Persaingan scudetto Serie A kembali memanas, namun komentar Massimiliano Allegri soal perhitungan poin juara justru memicu respons pedas dari eks bek timnas Italia, Lele Adani.
Menjelang duel AC Milan kontra Genoa pada Jumat (10/1) pukul 02.45 WIB, Allegri menyampaikan pandangannya mengenai batas poin yang dibutuhkan untuk menjuarai liga.
Sang pelatih menyebut perburuan titel kemungkinan akan tuntas di kisaran 86 hingga 88 poin, sembari mengingatkan bahwa Juventus masih sangat berpeluang mengejar.
Baca Juga:Inter Kokoh di Puncak Klasemen, Chivu: Menang di Tardini Tidak Pernah MudahMedia Italia: AS Roma Buka Opsi Barter Striker dengan Napoli
“Saya rasa scudetto akan berakhir di sekitar 86–88 poin, tapi semuanya tergantung laga besar,” ujar Allegri dikutip dari Calciomercato.
“Tim dengan 36 poin harus menambah 50 poin lagi di paruh kedua, dan Juventus mampu melakukannya. Dengan Spalletti, mereka menunjukkan perkembangan besar dalam performa dan hasil,” lanjutnya.
“Yang terpenting, kami fokus pada diri kami sendiri. Targetnya adalah tetap berada di empat besar, atau setidaknya menempel, hingga Maret. Kami harus membumi, menjaga keseimbangan, dan serius menghadapi setiap pertandingan,” tegasnya.
Komentar Allegri itu langsung dibantah oleh Lele Adani ketika tampil di studio La Domenica Sportiva.
Mantan pemain Inter dan pakar sepak bola itu menilai perhitungan angka juara sama sekali tidak relevan dan justru menyesatkan.
“Hal-hal seperti itu tidak menarik buat saya,” ujar Adani.
“Saya ingin liga dimenangkan oleh tim yang paling layak. Saya menonton semua pertandingan, terutama klub yang bertarung untuk sesuatu yang besar,” tambahnya.
Baca Juga:Senang dengan Daya Juangnya di Lapangan, Fans Liverpool Tak Izinkan Chiesa Pulang ke JuventusMessi Akui Pria Aneh: Hobi Mengurung Diri di Kamar dan Tak Suka Berbalas Pesan
“Dan saya bilang waspada: jika orang menganggap tim juara musim sebelumnya otomatis favorit, itu omong kosong,” sindirnya.
Adani kemudian mengeluarkan statistik yang sulit dibantah oleh siapapun.
“Sudah lima tahun berturut-turut juara Serie A tidak pernah mampu mempertahankan gelarnya pada musim berikutnya,” pungkasnya.
Statistik itu mengacu pada rangkaian berbeda juara sejak musim 2019/2020—mulai dari Juventus, Inter Milan, AC Milan, Napoli, hingga kembali tim-tim pemburu titel musim ini.
Tren tersebut membuka persaingan, membuat perhitungan angka juara ala Allegri baginya tidak lebih dari teori yang tak punya landasan kuat.
