Namun realisasinya yang 2025 saja masih terkendala karena anggaran dari pusat disebut belum sepenuhnya masuk.
“Kata Sekda, TPG itu belum masuk anggarannya. Katanya menunggu transfer pusat. Tapi tetap dijanjikan akan diselesaikan di P1 Januari ini,” ucapnya.
Sementara untuk gaji ASN dan PPPK yang di sejumlah dinas belum cair tepat waktu, Anang mengakui kondisi tersebut bukan hal baru.
Baca Juga:Tasikmalaya Terasa Lebih Dekat!Setor Harian Parkir Ternyata Masih Abu-abu, Jukir di Kota Tasikmalaya Mengaku Pola Lama Belum Berubah
Meski demikian, ia menilai keterlambatan gaji tetap menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh terus diulang.
“Kalau gaji pertengahan Januari itu sudah sering terjadi dari dulu. Tapi ini tetap PR supaya ke depan jangan terulang lagi,” tambahnya.
Anang memastikan DPRD, khususnya Banggar, tidak akan berhenti pada penjelasan normatif.
Pengawasan, menurut dia, akan terus dilakukan hingga seluruh kewajiban benar-benar tuntas sesuai janji TAPD.
“Sampai hari ini Banggar masih monitor terus. Di DPRD juga banyak diskusi. Intinya, ini harus benar-benar diawasi dan harus selesai di P1 Januari, sesuai komitmen yang disampaikan,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, data DJPK Kementerian Keuangan mencatat Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Kota Tasikmalaya hingga Minggu (4/1/2026) rata-rata telah mencapai 100 persen.
Rinciannya, Dana Alokasi Umum (DAU) terealisasi penuh, DAK fisik 96,73 persen, dan DAK nonfisik 92,34 persen.
Baca Juga:Pelantikan Kepsek Tertahan, 29 Bakal Calon Kepala Sekolah di Kota Tasikmalaya Masih MenggantungFaruk Pamit dengan Jejak Emosional, Andi Purwanto Siap Jaga Ritme Kota Tasikmalaya
Namun di balik persentase serapan itu, sejumlah hak masih menunggu kepastian.
Guru resah menanti TPG ke-13 dan ke-14 tahun 2025, ASN dan PPPK menanti gaji, sementara pihak ketiga menunggu pembayaran pekerjaan yang telah rampung.
Awal tahun 2026 pun kembali menyuguhkan ironi fiskal: anggaran tampak sempurna di layar, tetapi publik Kota Tasikmalaya menagih satu hal sederhana—hak dibayarkan tepat waktu, tanpa harus menunggu janji anggaran berganti tahun. (rezza rizaldi)
