Sandro Sabatini: Juventus Cekik Sassuolo dan Bungkam Para Kritikus

Pierre Kalulu
Selebrasi Pierre Kalulu yang membuat bek Sassuolo, Muharremovic melakukan gol bunuh diri. Foto: Tangkapan layar Instagram@seriea
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Setelah dikecam habis-habisan usai tumbang dari Lecce, Juventus membalas kritik dengan performa meyakinkan saat membenamkan Sassuolo 3-0.

Jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, tidak melewatkan kesempatan menyoroti perubahan sikap dan kualitas permainan Bianconeri dalam kolom analisanya di Calciomercato.

Sabatini menilai pertandingan tersebut berpotensi berjalan ketat pada menit-menit awal.

Namun dalam sekejap, realitas tak terbantahkan: hanya ada satu tim yang benar-benar berkompetisi di lapangan.

“Bahkan skor 0-3 seolah terlalu kecil,” tulisnya.

Baca Juga:Michele Di Gregorio: Satu-satunya Pemain Juventus yang Tidak Dipuji Jurnalis Italia Usai Gebuk Sassuolo 3-0Inter Tak Puas dengan Tawaran Galatasaray, Frattesi Ngotot Pindah ke Juventus

Ia menyebut Sassuolo tampil baik dalam konteks kemampuan tim, tetapi tak mampu mengimbangi tekanan dan intensitas Juventus.

“Ini bukan pertandingan yang imbang, meski sekilas tampak demikian,” lanjutnya.

Menurut Sabatini, Juventus tampil dengan pola pikir penghancur. Mereka menekan tinggi sejak awal dan memojokkan Sassuolo hingga setengah lapangan, memaksa pasukan Fabio Grosso berkutat di zona bahaya sepanjang laga.

Intensitas Juve disebut “cekikan tak berakhir”, kombinasi ritme agresif yang monoton namun mematikan.

Sabatini menyebut sikap itu sebagai luapan kemarahan dan upaya Juve membungkam kritik dan menegaskan identitas mereka kembali setelah terpeleset di pekan sebelumnya.

Momen emosional datang pada gol ketiga yang dicetak Jonathan David.

Penyerang Kanada itu dirangkul seluruh rekan setimnya, seolah menjadi babak baru setelah periode suram dan tekanan psikologis.

Sabatini menilai gol tersebut penting tak hanya di papan skor, tetapi juga bagi moral pemain: “Ia membutuhkannya, dan tim membutuhkannya dengan cara yang sama.”

Baca Juga:Sulit Datangkan Raspadori atau Zirkzee, AS Roma Bidik Giovane dan Albert GudmundssonGagal Datangkan Joao Cancelo, Inter Incar Bek Sayap Fiorentina Incaran Napoli

Di sisi lain, Sabatini menilai hampir semua pemain Juventus pantas menerima nilai tinggi. Satu-satunya yang tidak benar-benar dapat dinilai justru sang kiper, Michele Di Gregorio.

Dominasi Juventus membuatnya hampir tak tersentuh bola. “Jika ada yang pantas dipuji, itu adalah pakaian yang melindungi dari udara dingin,” candanya.

Di lini belakang, Pierre Kalulu kembali menjadi sorotan.

Setelah mencetak gol di Pisa pekan lalu, kini kontribusinya memaksa terjadinya gol bunuh diri Muharremovic yang mengubah arah pertandingan.

Bremer digambarkan sebagai palang pintu jarak jauh, memberi ketenangan di belakang, sementara Teun Koopmeiners tampil sebagai motor penggerak baru lini kedua.

0 Komentar