Mahasiswa UMB, Desti Nur Padilah, Raih Juara 2 Pasanggiri Ibing Pencak Silat Domas Cup V 2025

JUARA
Mahasiswa UMB Tasikmalaya, Desti Nur Padilah, meraih juara II Pasanggiri Ibing Pencak Silat Domas Cup V tahun 2025. 
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tasikmalaya merupakan salah satu daerah yang terkenal sebagai pusat pengembangan pencak silat di Jawa Barat. Ada banyak paguron atau padepokan yang menjadi pusat pembelajaran seni bela diri pencak silat.

Mereka yang belajar pencak silat, tidak hanya laki-laki saja, namun banyak juga perempuan. Salah satunya adalah Desti Nur Padilah, mahasiswa tingkat dua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mayasari Bakti (UMB) Tasikmalaya.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Desti sudah mulai belajar seni bela diri pencak silat. Anak keempat dari pasangan Dadah dan Iis ini rutin berlatih. Bahkan saat ini, Desti bergabung di Padepokan Raksa Pusaka Waruga di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:Tingkatkan Keterampilan Kader Posyandu, Dosen Poltekkes Tasikmalaya Beri Pelatihan Pengukuran Antropometri JNE Dukung Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026 sebagai Mitra Logistik Resmi

Awal belajar pencak silat, kata Desti, bukan untuk mengejar juara. Tapi Desti ingin memiliki kemampuan bela diri, sebagai bekal. “Kita perempuan harus bisa menjaga diri. Salah satunya harus punya kemampuan bela diri. Awalnya pikiran saya seperti itu, makanya dari kecil sudah berlatih,” tutur Perempuan yang mahir menari ini.

Ketekunan Desti berlatih memang tidak sia-sia. Beberapa waktu lalu, Desti berhasil meraih Juara II Pasanggiri Ibing Pencak Silat Domas Cup V tahun 2025 tingkat Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Pencak Silat Indonesia dan Perguruan Pencak Silat Seni Bela Diri dan Olahraga Domas.

Di ajang pasanggiri ini, kata Desti, dia menampilkan Pencak Silat Palered, yang setiap paguron memiliki ciri khas tersendiri meskipun ada gerakan-gerakan dasar yang sama.

“Alhamdulillah kemarin dapat juara. Bagi saya itu adalah motivasi untuk terus menekuni pencak silat. Ke depan, saya ingin belajar Pencak Silat Fighter yang fokusnya ke pertarungan dan kompetisi,” ungkap mahasiswi yang juga berprestasi di akademik ini.

Dari belajar seni bela diri pencak silat, Desti menuturkan, dia banyak belajar tentang kedislipinan, konsistensi, fokus juga melatih daya ingatnya. Bukan sekadar melatih fisik.

“Belajar pencak silat itu tidak hanya melatih fisik. Buat saya belajar berlatih mental yang kuat, kemudian melatih daya ingat, ini juga membantu saya untuk fokus belajar saat di kelas,” tambah Desti.

0 Komentar