Harga Mobil Listrik Naik Awal 2026, Hyundai Jadi yang Pertama Sesuaikan Bandrol

Mobil Listrik
Harga Mobil Listrik Naik Awal 2026, Hyundai Jadi yang Pertama Sesuaikan Bandrol
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Awal tahun 2026 menjadi momen yang cukup mengejutkan bagi pasar mobil listrik di Indonesia.

Setelah berbagai insentif pajak resmi berakhir pada penghujung 2025, perubahan peta harga akhirnya tidak bisa dihindari. Per 6 Januari 2026, konsumen mulai melihat kenyataan baru, yaitu harga kendaraan listrik perlahan tapi pasti mengalami kenaikan.

Perubahan ini menandai babak baru industri otomotif ramah lingkungan di Tanah Air, di mana harga mobil listrik tidak lagi disangga oleh keringanan pajak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga:Sinopsis Drama Korea Bloody Flower, Angkat Dilema Moral dan Pembunuhan BerantaiInsentif Impor Dihentikan, Berikut Update Harga Mobil Listrik BYD di Tahun 2026

Kenaikan tersebut bukan sekadar isu, tetapi sudah tercermin langsung pada daftar harga resmi di diler.

Hyundai Jadi Pabrikan Pertama yang Naikkan Harga

Di antara banyak merek mobil listrik yang beredar di Indonesia, Hyundai menjadi pabrikan pertama yang secara terbuka melakukan penyesuaian harga di awal 2026.

Langkah ini langsung mencuri perhatian karena hampir seluruh lini mobil listrik Hyundai mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Model populer seperti Hyundai Kona Electric, Ioniq 5, hingga sedan listrik Ioniq 6 kini dibanderol lebih mahal dibandingkan akhir tahun lalu.

Untuk Kona Electric, kenaikan harga berada di kisaran Rp50 juta hingga mendekati Rp80 juta, tergantung varian.

Sementara itu, varian performa tinggi Ioniq 5 N kini telah menembus angka di atas Rp1 miliar, menegaskan posisinya sebagai mobil listrik premium.

Kenaikan ini membuat Hyundai menjadi tolok ukur awal arah pergerakan harga mobil listrik sepanjang 2026.

Kenaikan harga mobil listrik Hyundai bukan terjadi tanpa sebab.

Baca Juga:Spesifikasi Lengkap Yangwang U7, Mobil Listrik Premium BYD dengan Jarak Tempuh 1.006 KMInovasi Mobil Listrik, Baterai Solid-State Donut Lab Siap Produksi Massal, Cas Hanya 5 Menit

Faktor paling krusial adalah berakhirnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) pada Desember 2025.

Selama insentif ini berlaku, harga mobil listrik bisa ditekan berkat potongan pajak yang cukup besar.

Namun, memasuki 2026, skema tersebut resmi dihentikan.

Di saat yang sama, tarif PPN reguler kembali ke angka 12 persen, sehingga beban pajak yang sebelumnya ditanggung pemerintah kini dialihkan ke harga jual kendaraan.

Kondisi inilah yang akhirnya mendorong produsen melakukan penyesuaian harga.

Menariknya, tidak semua merek mobil listrik langsung mengikuti langkah Hyundai.

Hingga awal Januari 2026, sejumlah pabrikan masih mempertahankan harga lama, terutama merek asal China seperti BYD, Wuling, Chery, dan MG.

0 Komentar