GARUT, RADARTASIK.ID – Serapan tenaga kerja di Kabupaten Garut pada tahun 2025 mencapai 9.000-an orang yang tersebar di berbagai industri, UMKM dan pariwisata. Tahun ini, ditargetkan serapan kerja bisa mencapai 20.000 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut Muksin mengatakan, dari jumlah 15 ribu pencari kerja (pencaker) baru, hanya 9.000 yang tersalurkan.
Target serapan kerja sendiri pada tahun 2025 sebanyak 20 ribu orang. Namun hasilnya masih jauh dari target.
Baca Juga:Kuota Dibeli Tapi Hangus Karna Dibatasi Masa Aktif, Masyarakat Priangan Timur Mengaku RugiPesan Kapolres Faruk Rozi: Menjaga Tasikmalaya, Menjaga Hati!
Beberapa sektor yang menjadi lumbung penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Garut di antaranya industri padat karya, UMKM, pariwisata, perdagangan.
“Yang terserap itu dari sektor industri padat karya juga sebagian besar banyak, pasar lain-lain juga seperti di bidang pariwisata, kemudian perdagangan,” katanya.
Tahun 2026, ia tetap menargetkan serapan tenaga kerja sebanyak 20 ribu orang untuk berbagai sektor. Pemkab Garut pun terus berupaya membuka lapangan pekerjaan dengan mendatangkan investor.
Sebelumnya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin sudah melakukan pertemuan dengan investor di antaranya dengan jajaran pimpinan PT Ennova Apparel Group, dan PT Hoga Reksa Garment.
Ia mengapresiasi investor asing yang tertarik untuk menanamkan modal di Garut yang diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sekitar 3.500 orang.
“Kami tentu saja sangat menyambut baik, dan kami akan membantu semaksimal yang kami bisa kerjakan sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya. (Agi Sugiana)
