GARUT, RADARTASIK.ID – Pengamanan arus lalu lintas di momen libur Natal dan Tahun Baru selesai dilaksanakan. Selama Operasi Lilin Lodaya itu, tercatat sebanyak 130 ribu kendaraan masuk ke Kabupaten Garut.
Kasat Lantas Polres Garut AKP Aang Andi Suhandi menyebut, pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025 secara umum berjalan aman, lancar, dan kondusif.
“Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan, baik arus mudik, perayaan Natal dan Tahun Baru, maupun arus balik, dapat dikendalikan dengan baik,” ucapnya, Selasa (6/1/2025).
Baca Juga:Kuota Dibeli Tapi Hangus Karna Dibatasi Masa Aktif, Masyarakat Priangan Timur Mengaku RugiPesan Kapolres Faruk Rozi: Menjaga Tasikmalaya, Menjaga Hati!
selama arus liburan Natal dan Tahun Baru, kata dia, banyak kendaraan yang masuk ke Kabupaten Garut. Khususnya menuju ke berbagai destinasi wisata.
Aang mengatakan, total kendaraan masuk (akumulatif) kurang lebih 950.000 – 1.050.000 kendaraan.
“Hari biasa Ops Lilin Lodaya 2025: 60.000 – 70.000 kendaraan/hari, puncak Natal dan Tahun Baru: 100.000 – 130.000 kendaraan/hari,” katanya.
Ia menyebut, selama Operasi Lilin Lodaya memang terjadi peningkatan volume kendaraan, khususnya pada puncak libur. Namun peningkatan tersebut masih dalam batas wajar dan dapat dikelola dengan pengaturan serta rekayasa lalu lintas.
Lanjut Aang, kendaraan yang mendominasi masuk ke Kabupaten Garut yakni mobil pribadi dan roda dua.
“Terutama sepeda motor dan mobil pribadi, yang digunakan masyarakat untuk berlibur dan bersilaturahmi,” katanya.
Di bandingkan tahun sebelumnya, terdapat kenaikan volume kendaraan. Namun secara umum, situasi lalu lintas tetap terkendali dan tidak menimbulkan kemacetan berarti.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” katanya.
Baca Juga:Belajar Move On dari Iwan Saputra!Replik Jaksa, Tuntutan Endang Juta Tetap 5 Tahun Penjara
Saat ini, kata Aang, kondisi arus lalu lintas terpatau normal dan lancar.
“Personel kami tetap siaga untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan lalu lintas,” pungkasnya. (Agi Sugiana)
