Tingkatkan Keterampilan Kader Posyandu, Dosen Poltekkes Tasikmalaya Beri Pelatihan Pengukuran Antropometri 

PENGABDIAN
Dosen Program Studi D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya foto bersama kader Posyandu Melati dan Cempaka usai pelatihan, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dosen Program Studi D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar pelatihan pengukuran antropometri bagi kader Posyandu Melati dan Cempaka di Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam memantau pertumbuhan balita sekaligus memperkuat pengetahuan tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).

Pelatihan yang dilaksanakan pada April hingga September 2025 tersebut melibatkan 10 kader posyandu. Sejumlah dosen D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, di antaranya Dina Setiawati, Ima Karimah, dan Naning Hadiningsih, terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.

Baca Juga:JNE Dukung Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026 sebagai Mitra Logistik ResmiPlaza Asia Salurkan Santunan untuk Keluarga Zaydan dan Bangun Tembok Pembatas Selokan

Ketua tim pengabdian, Dina Setiawati, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kader posyandu menjadi bagian penting dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada layanan kesehatan ibu dan anak. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2019 yang menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

“Kader posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar. Mereka dituntut memiliki keterampilan pengukuran antropometri yang baik serta mampu memberikan edukasi PMBA kepada masyarakat,” ujar Dina Setiawati.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan mencakup praktik pengukuran berat badan menggunakan baby scale dan timbangan digital, pengukuran panjang dan tinggi badan dengan infantometer dan stadiometer, serta pengukuran lingkar lengan atas (LILA) dan lingkar kepala balita. Selain itu, kader juga mendapatkan edukasi PMBA serta pelatihan pemantauan praktik MP-ASI melalui simulasi wawancara konsumsi 24 jam.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 69 sebelum pelatihan menjadi 83 setelah pelatihan. Sementara itu, penilaian keterampilan menunjukkan hasil sangat baik pada pengukuran panjang badan, tinggi badan, dan penimbangan berat badan digital dengan skor rata-rata mencapai 100.

Meski demikian, keterampilan pengukuran LILA dan lingkar kepala masih memerlukan penguatan lanjutan. Skor rata-rata pengukuran LILA tercatat 94, sedangkan pengukuran lingkar kepala berada pada angka 84.

Tim pengabdian menilai, pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kompetensi kader posyandu, terutama dalam mendukung pemantauan pertumbuhan balita dan deteksi dini masalah gizi. Peningkatan pengetahuan kader terkait PMBA dan pemantauan praktik MP-ASI juga diharapkan berkontribusi pada upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.

0 Komentar