Salah Pilih Lokasi Bisa Bikin Boncos, Ini Rumus Investasi Kos-Kosan yang Jarang Dibahas

Investasi
Salah Pilih Lokasi Bisa Bikin Boncos, Ini Rumus Investasi Kos-Kosan yang Jarang Dibahas. Foto: Istimewa
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Banyak orang terjun ke bisnis kos tanpa sadar bahwa strategi memilih lokasi kos-kosan adalah faktor penentu hidup mati investasi, bahkan lebih penting daripada desain bangunan yang terlihat mewah.

Pada praktiknya, tidak sedikit pemilik kos merasa heran karena bangunan sudah bagus, fasilitas lengkap, namun tingkat hunian hanya mentok di angka 50 hingga 60 persen.

Masalah utamanya sering kali bukan pada bangunan, melainkan pada ketidakmampuan membaca arah pasar sejak awal pembangunan.

Baca Juga:Harga Emas Lengkap Hari Ini! Antam Dan Perhiasan Dengan Berbagai KaratSamsung Galaxy Tab Active 5 Pro, Tablet Tangguh untuk Kerja Profesional dengan Stabilitas Tinggi

Inilah alasan mengapa investasi kos-kosan yang menguntungkan selalu dimulai dari pemahaman dasar tentang siapa calon penghuni yang ingin disasar.

Tanpa kejelasan audiens, kos-kosan berpotensi menjadi aset mahal yang sulit menghasilkan arus kas stabil.

Kesalahan umum yang kerap terjadi adalah menyamakan semua lokasi seolah memiliki karakter penyewa yang sama.

Padahal, kos di sekitar kampus memiliki perilaku pasar yang sangat berbeda dengan kos di kawasan perkantoran atau industri.

Mahasiswa cenderung bertahan lebih lama dan memiliki siklus sewa yang stabil, meskipun daya beli relatif terbatas.

Sebaliknya, kawasan perkantoran memiliki tingkat perpindahan penghuni yang tinggi karena mobilitas kerja yang cepat.

Di sinilah pentingnya memahami target pasar bisnis kos sebelum menentukan harga, konsep, dan fasilitas.

Baca Juga:Oppo Find X9s Tampil Lebih Efisien, Flagship Ringkas dengan Fokus di Sektor KameraGaji Pas-Pasan Tetap Bisa Tenang, Asal Tidak Terjebak Kesalahan Finansial In

Banyak investor pemula justru terjebak membeli lahan di jalan utama dengan harga tinggi demi gengsi lokasi.

Padahal, harga sewa kos tidak pernah naik sebanding dengan mahalnya harga tanah premium.

Inilah bentuk klasik dari kesalahan menentukan lokasi kos yang sering berujung pada margin keuntungan yang menipis.

Alih-alih memilih jalan besar, gang yang masih strategis justru sering memberikan rasio investasi yang lebih sehat.

Selain harga tanah, faktor lingkungan sosial juga harus menjadi pertimbangan penting.

Lokasi yang terlalu dekat dengan tempat ibadah berpotensi membatasi fleksibilitas operasional kos.

Pengawasan lingkungan yang ketat kerap membuat penghuni merasa tidak nyaman dalam jangka panjang.

Jarak aman beberapa ratus meter sering kali menjadi pilihan yang lebih rasional.

Aspek lain yang sering luput diperhitungkan adalah aturan kos campur di lingkungan setempat.

0 Komentar