Pemkab Tasikmalaya Tak Mampu Selesaikan SOR Mangunreja, Ketua DPRD Dorong Pendanaan dari Provinsi dan Pusat

SOR Mangunreja
Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Budi Ahdiat. (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat, menilai alokasi anggaran sebesar Rp274 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak akan mencukupi untuk menuntaskan pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja.

Menurutnya, apabila APBD dipaksakan untuk fokus pada proyek tersebut, maka sejumlah program pembangunan lainnya berpotensi terhambat.

Budi menegaskan, pembangunan SOR sebaiknya tidak sepenuhnya dibebankan kepada keuangan daerah. Ia menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Bupati, aktif mengupayakan dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

“Kalau seluruhnya mengandalkan APBD, tentu sangat berat. Lebih baik mencari sumber anggaran lain dari provinsi atau pusat agar kegiatan pembangunan daerah yang lain tetap berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, Budi menekankan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mengabaikan SOR yang sudah dibangun. Ia meminta agar setiap tahun tetap ada alokasi anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan fasilitas yang telah ada, sehingga tidak terbengkalai.

“Jangan sampai bangunan yang sudah ada dibiarkan begitu saja. Apalagi di lokasi tersebut sudah terdapat beberapa fasilitas olahraga, seperti lapangan dan lintasan atletik,” katanya.

Lebih lanjut, Budi menyoroti pentingnya asas kemanfaatan dari keberadaan SOR Mangunreja. Menurutnya, meskipun pembangunan belum sepenuhnya rampung, fasilitas yang tersedia tetap bisa dimanfaatkan masyarakat apabila dikelola dengan baik.

“Jangan sampai muncul anggapan SOR belum selesai lalu tidak memberikan manfaat apa pun. Kalau dikelola dengan benar, fasilitas yang ada bisa digunakan. Tapi kalau dibiarkan seperti sekarang, ditumbuhi rumput liar, tentu tidak ada manfaatnya,” tegasnya.

Ia juga meminta dinas terkait, baik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun Dinas Pariwisata yang memiliki kewenangan pengelolaan, untuk lebih serius melakukan perawatan dan pengelolaan kawasan SOR.

“Seharusnya ini menjadi pusat kebugaran dan aktivitas olahraga masyarakat. Fasilitasnya sudah ada, sayang kalau dibiarkan terbengkalai, apalagi sampai dimanfaatkan untuk hal yang tidak semestinya seperti ditanami singkong,” pungkasnya. (ujg)

0 Komentar