TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Peristiwa meninggalnya seorang anak berusia 6 tahun di Sungai Cikalang menjadi pengingat penting bagi warga Kota Tasikmalaya di tengah cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi.
Bocah tersebut sebelumnya dilaporkan hilang saat hujan deras dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian selama dua hari.
Kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi masih berpotensi terjadi di Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Fiskal Terus Dijaga, TPG Masih Tertahan: Guru Kota Tasikmalaya Menunggu HaknyaParkir Diperketat, Jukir Pegang Uang Harian dan PAD Kota Tasikmalaya Semoga Tak Lagi Abu-abu
Hujan deras yang turun secara merata tidak hanya memicu genangan, tetapi juga meningkatkan debit sungai dan risiko keselamatan, khususnya bagi anak-anak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mengimbau orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak saat hujan turun.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya, H Dudu, mengatakan pengawasan menjadi kunci pencegahan kejadian serupa.
“Jika hujan besar, sebaiknya anak-anak tidak bermain di lokasi yang berisiko, terutama di sekitar genangan air yang berdekatan dengan aliran sungai,” ujarnya kepada Radar, Minggu (4/1/2026).
Menurut Dudu, genangan air sering kali terlihat aman, padahal dapat berubah menjadi berbahaya ketika hujan deras menyebabkan arus air meningkat secara tiba-tiba.
Risiko tersebut lebih besar bagi anak-anak yang belum memahami kondisi lingkungan sekitarnya.
Selain kejadian tersebut, hujan berintensitas tinggi juga berdampak pada munculnya banjir dan genangan di sejumlah ruas jalan Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:TP PKK Kota Tasikmalaya Tegaskan Mundurnya Rani Permayani Tak Terkait Dinamika Internal Tapi…PPP Kota Tasikmalaya Perkuat Arah Kaderisasi Ulama Muda dan Perempuan di Usia ke-53
Curah hujan tercatat hampir mencapai 103 milimeter, melebihi ambang batas kewaspadaan yang ditetapkan sebesar 70 milimeter.
Peningkatan curah hujan turut memicu naiknya debit air sungai dan saluran drainase.
Di beberapa wilayah, kapasitas saluran tidak mampu menampung volume air sehingga meluap ke jalan dan permukiman warga.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, menjelaskan bahwa secara geografis Kota Tasikmalaya berada di wilayah hilir, sehingga hujan deras di kawasan hulu turut berdampak pada kondisi sungai di wilayah kota.
“Hampir seluruh saluran sungai dan irigasi kemarin dalam kondisi penuh. Di beberapa titik, permukaan air mendekati badan jalan,” tutur Rino usai kegiatan pembersihan saluran di Jalan Sutisna Senjaya, Sabtu (3/1/2026).
