Dia mengaku jarang membeli paket data karena aktivitas hariannya telah ditunjang jaringan WiFi di rumah maupun tempat kerja. Ia biasanya membeli kuota hanya untuk kebutuhan tertentu dengan durasi singkat.
“Paling saya beli kuotanya kalau mau pergi ke mana gitu. Itu juga belinya paling buat tiga hari,” katanya.
Ia menambahkan, dalam periode tersebut kuota yang dibelinya terkadang habis, namun tidak jarang masih menyisakan kuota.
Baca Juga:Belajar Move On dari Iwan Saputra!Replik Jaksa, Tuntutan Endang Juta Tetap 5 Tahun Penjara
“Saya kadang ga sadar juga kalau kuotanya hangus karena jarang ngecek,” ungkapnya.
Tokoh Pemuda asal Kecamatan Singaparna, Yudhi Adi Rahmatillah ST, juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya banyak pengguna internet merasa tidak adil lantaran mereka sudah membayar kuota tertentu tapi tidak bisa digunakan secara maksimal karena batasan waktu. Hal ini memaksa pembelian paket baru.
“Jadi pengguna merasa operator sengaja membuat kuota cepat hangus untuk memaksa mereka membeli paket baru atau perpanjangan, yang menguntungkan pihak operator,” ungkap Yudhi.
Hal serupa diungkapkan Albrigs Rose (20) warga Jalan Pemuda Kota Tasikmalaya yang berkuliah di ISBI Bandung. Menurutnya pembatasan penggunaan kuota yang membuat hangus sangat merugikan.
“Kita udah bayar, tapi hak pemakaian bisa ilang gitu aja karna waktu. Analoginya seperti makan di Warteg, belum habis, tapi si pelayannya dateng dengan berkata ‘Maaf, waktunya habis, sisanya kami buang ya,” ujarnya.
Rahmat Dianto, warga Banjar juga mengungkapkan hal serupa. Sebagai pelanggan provider plat merah dia keberatan dengan sistem kuota yang hangus karena habis masa aktif pemakaiannya.
“Misal kuota per bulan 30 GB dan masa aktif habis sehingga hanya tersisa 5 GB dan sisanya itu larinya kemana,” katanya.
Baca Juga:Enan Berkenan!Saat Stadion Mangunrenja Menjadi Cermin Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya!
Dia pun menyarankan agar sistem kuota yang tidak habis di masa aktif dilimpahkan ke bulan berikutnya, sama halnya seperti token listrik PLN.
VIRAL DI MEDSOS
Masalah ini juga viral di media sosial (medsos). Beberapa video menunjukkan aksi unjuk rasa ke gerai salah satu provider terkait kuota internet yang hangus. Sedangkan video lainnya menayangkan protes DPR RI terhadap provider plat merah terkait masalah yang sama sekitar lima bulan lalu.
