PANGANDARAN, RADARTASIK.ID—Sepanjang liburan natal dan tahun baru, setidaknya ada 12 kasus kecelakaan laut di objek wisata di Pangandaran. Dari deretan insiden itu, dua diantaranya menelan korban jiwa.
Anggota Balawista Pangandaran Liyanto mengatakan bahwa 12 kasus tersebut terjadi di Pantai Barat Pangandaran.”Karena kunjungan wisatawan memang banyaknya ke Pantai Barat, jadi dominan kecelakaan ya di Pantai Barat,” ucapnya kepada Radar Senin (5/1/2025).
Kata dia dua orang dinyatakan meninggal dalam 2 kasus kecelakaan di hari yang sama, 25 Desember 2025. Satu orang asal Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dan satu lagi dari Cileunyi Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!Hadapi Libur Panjang Tahun Baru, Polres Garut Pantau Jalan Rusak
Wisatawan asal Tasik meninggal setelah loncat dari kapal MV Viking, yang mengakibatkan dia tenggelam dan tidak tertolong. Satu korban lagi yakni wisatawan asal Bandung meninggal saat berenang bersama teman-temannya di pos 3 Pantai Barat Pangandaran.
“Ada juga yang mengalami laka pantai, wisatawan yang sedang beraktivitas tertabrak mini motor cros rental,” ucapnya.
Kemudian laka laut menimpa anak-anak yang terlalu aktif bermain air atau berenang di Pantai Barat Pangandaran.
“Akibatnya membentur perahu wisata yang mengakibatkan lecet di dahi. Namun alhamdulilah, semuanya bisa ditangani dengan selamat,” jelasnya.
Kata dia, mereka yang mengalami laka laut ataupun laka pantai, rata-rata adalah wisatawan asal Tasikmalaya dan juga dari Bandung. Menurutnya, pada hari – hari biasa pihaknya sering kecolongan saat terjadi laka laut.
“Makanya kita antisipasi hal itu untuk tetap fokus berjaga bagi wisatawan yang melakukan aktivitas berenang,” terangnya.
Salah seorang pengusaha wisata di Pantai Barat Pangandaran Herdianto mengatakan, saat ini kunjungan ke Pangandaran mulai landai. “Walaupun libur sekolah masih ada satu minggu lagi, tapi sudah tidak terlalu ramai,” ucapnya.(Deni Nurdiansyah)
