RADARTASIK.ID – Masa depan Davide Frattesi kian menjauh dari Serie A di bursa transfer Januari ini.
Inter Milan dikabarkan semakin serius membuka pintu negosiasi dengan Galatasaray demi mencegah sang gelandang berlabuh ke rival domestik, Juventus.
Klub asal Turki itu kini berada di posisi terdepan setelah mengajukan tawaran yang dinilai signifikan, baik untuk Inter maupun sang pemain.
Baca Juga:Maresca Tolak Pesangon Rp290 M dari Chelsea, Direktur Atletico Kesal Raspadori Jadi Rebutan Lazio dan AS RomaDikabarkan Akan Gabung Juventus, Theo Hernandez Ngaku Diusir AC Milan
Menurut laporan jurnalis transfer Matteo Moretto, Galatasaray telah melakukan pendekatan konkret kepada Inter untuk memboyong Frattesi.
Kedua klub saat ini membahas skema peminjaman dengan opsi pembelian, yang bisa berubah menjadi kewajiban jika syarat tertentu terpenuhi.
Nilai total kesepakatan diperkirakan mencapai 35 juta euro, terdiri dari 5 juta euro sebagai biaya pinjaman dan 30 juta euro untuk opsi pembelian permanen.
Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs sekitar Rp17.000 per euro, angka tersebut setara dengan kurang lebih Rp595 miliar, dengan Rp85 miliar untuk biaya pinjaman dan Rp510 miliar sebagai harga pembelian.
Inter disebut menginginkan klausul yang relatif “mudah” dipenuhi agar pembelian Frattesi menjadi wajib.
Sebaliknya, Galatasaray berharap syarat tersebut dipatok lebih tinggi, terutama terkait jumlah penampilan sang pemain.
Perbedaan pandangan ini masih menjadi bahan diskusi, dan pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung mulai pekan depan.
Baca Juga:Puas dengan Kinerja Spalletti, Juventus Siapkan Perpanjangan KontrakUdinese Kalahkan AC Milan di Bursa Transfer, Raspadori Jadi Rebutan AS Roma dan Lazio
Di balik negosiasi antarklub, Galatasaray juga bergerak agresif untuk meyakinkan Frattesi secara personal.
Klub raksasa Istanbul itu dikabarkan telah menawarkan kontrak dengan gaji sekitar 5 juta euro per musim, atau setara Rp85 miliar per tahun.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dari gaji Frattesi saat ini di Inter, yang berada di kisaran 2,8 juta euro per musim, sekitar Rp47,6 miliar.
Tawaran finansial inilah yang menjadi salah satu faktor kunci yang membuka pintu kepindahan ke Turki.
Situasi Frattesi semakin rumit karena ketertarikan Juventus yang tak kunjung berbuah langkah konkret.
Meski namanya sempat disebut sebagai kandidat utama di lini tengah Bianconeri, Inter menegaskan tidak ingin meminjamkan pemainnya ke klub Serie A lain, terutama rival langsung.
Sikap ini membuat peluang Frattesi bergabung dengan Juventus nyaris tertutup, meskipun Luciano Spalletti disebut-sebut mengagumi kualitas sang gelandang.
