PPP Kota Tasikmalaya Perkuat Arah Kaderisasi Ulama Muda dan Perempuan di Usia ke-53

PPP Kota Tasikmalaya perkuat kaderisasi ulama muda
Suasana Milad PPP ke-53 di Kantor DPC PPP Kota Tasikmalaya, Minggu (4/1/2026) malam. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Memasuki usia ke-53 tahun, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Tasikmalaya menegaskan kembali arah perjuangannya sebagai partai umat dengan fokus pada penguatan kaderisasi, silaturahmi ulama, serta peran strategis perempuan dan ekonomi syariah.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPC PPP Kota Tasikmalaya, Hilman Wiranata, yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, saat dikonfirmasi Senin (5/1/2026), menyusul peringatan Milad PPP ke-53 yang diisi dengan khatmil Quran dan istighasah kebangsaan.

Hilman menegaskan, peringatan harlah bukan sekadar agenda ritual tahunan, melainkan momentum konsolidasi ideologis dan organisatoris. PPP, kata dia, sejak awal dideklarasikan sebagai partai umat dan partainya para ulama.

Baca Juga:Ketua PKK Bukan Warisan Buku Nikah, Founder Ladysspeak Desak Revisi Permendagri 36/2020Kas Penuh, Hak Tertahan: Paradoks Anggaran Awal Tahun di Kota Tasikmalaya

“PPP lahir dari rahim perjuangan ulama. Maka menjaga silaturahmi dengan alim ulama, ustaz, organisasi keislaman, dan pondok pesantren bukan pilihan, tetapi kewajiban ideologis,” ujarnya.

Menurut Hilman, ke depan DPC PPP Kota Tasikmalaya akan memperkuat komitmen tersebut dengan membangun ruang dialog dan kerja sama yang lebih intensif bersama pesantren dan tokoh agama, khususnya dalam merumuskan gagasan pembangunan daerah yang selaras dengan nilai-nilai syariat dan prinsip rahmatan lil alamin.

Selain penguatan basis keulamaan, PPP juga menaruh perhatian serius pada agenda kaderisasi.

Hilman menyebut, regenerasi menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda, terutama di tengah dinamika politik dan perubahan sosial.

“Secara teknis, kami akan fokus pada rekrutmen kader muda, khususnya dai-dai muda, ustaz dan ustazah muda, yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan pemahaman politik,” katanya.

Ia menilai, dai dan tokoh agama memiliki posisi strategis sebagai motor edukasi masyarakat.

Dengan pembinaan yang tepat, mereka diharapkan mampu menjembatani pemahaman keagamaan dan kesadaran politik masyarakat secara sehat dan beretika.

Baca Juga:Ramai Skema, Sepi Ketuntasan: PAD Parkir Kota Tasikmalaya Terus Dikejar Walaupun Masih BerceceranIstri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Mundur dari PKK, ini Alasannya

Di sisi lain, PPP Kota Tasikmalaya juga menargetkan penguatan sinergi peran perempuan melalui Wanita Persatuan Pembangunan (WPP).

Hilman menegaskan, perempuan tidak lagi diposisikan sebatas pelengkap struktur, melainkan aktor utama dalam pembangunan sosial.

“Peran perempuan harus diperkuat, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi sebagai motor pendidikan keluarga, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

0 Komentar