Pesan Kapolres Faruk Rozi: Menjaga Tasikmalaya, Menjaga Hati!

Faruk Rozi
Kapolres Tasikmalaya Kota, M Faruk Rozi
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Besok pagi, peta hidup AKBP M Faruk Rozi berubah. Tasikmalaya akan tinggal dalam ingatan. Kop suratnya akan berganti: dari Kapolres Tasikmalaya Kota menjadi Kapolres Klaten.

Saat itu, di halaman Polsek Cipedes—di pojokan dengan meja kayu, kami duduk berhadapan. Tanpa mikrofon. Tanpa protokol. Hanya ikan goreng kesukaannya. Dan sambal kecap yang pedasnya seperti luka lama: terasa, tapi dinikmati.

Faruk makan pelan. Tidak seperti rapat-rapatnya yang sering dikejar waktu. Tidak seperti sirine yang selalu ingin mendahului angin. Lalu, di sela kunyahan, ia mulai bicara. Tentang kota kecil ini. Tasikmalaya.

Baca Juga:Belajar Move On dari Iwan Saputra!Replik Jaksa, Tuntutan Endang Juta Tetap 5 Tahun Penjara

Seperti biasa cara Faruk bicara. Tidak meledak-ledak. Tidak berpantun jargon. Tidak juga kaku seperti laporan dinas. Ia memilih jalan tengah: tenang.

“Kota ini terlalu kecil untuk dirusak oleh kebencian,” katanya lirih.

Ia berhenti sebentar.

“Tapi cukup luas untuk menumbuhkan kebaikan.”

Kalimat itu tidak seperti perintah. Lebih terasa seperti ajakan seseorang yang duduk di sebelah Anda di angkot. Bukan polisi. Bukan pejabat. Hanya sesama manusia yang khawatir.

Saya membayangkan ruang rapat Polres. Dindingnya penuh foto kegiatan. Faruk duduk tenang di situ. Kadang tersenyum. Lalu bicara pelan-pelan tentang Tasikmalaya — kota yang, katanya, hanya bisa aman kalau warganya lebih dulu tenang.

“Keamanan itu bukan soal sirine,” ujarnya.

“Itu soal hati orang-orang yang memilih menahan diri.”

Tidak mudah menahan diri. Apalagi di era media sosial, ketika satu korek kecil bisa menjadi api. Bukan karena bensin. Tapi karena jempol kita terlalu cepat bergerak.

“Kalau semua orang merasa paling benar… siapa yang mau mendengar?” katanya setengah bertanya.

Pertanyaan yang terdengar sederhana. Tapi menyentuh bagian terdalam dari apa yang disebut kedewasaan sosial.

Baca Juga:Enan Berkenan!Saat Stadion Mangunrenja Menjadi Cermin Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya!

Ia juga bicara tentang kriminalitas. Tentang mereka yang tergelincir bukan karena niat jahat, tapi karena terjepit hidup.

“Penegakan hukum tetap harus berjalan,” ujarnya.

“Tapi manusia tetap manusia. Jangan hilangkan itu.”

0 Komentar