TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pelajar dan mahasiswa di Kota Tasikmalaya yang tergabung di komunitas Green Generation Tasikmalaya kembali menggelar aksi peduli lingkungan GG Beraksi 2026 di Alun-alun Dadaha, Kota Tasikmalaya, Kamis (1/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun yang kerap berdampak pada bertambahnya volume sampah di ruang publik. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 125 volunteer dikerahkan untuk melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Alun-Alun.
Dari hasil penyisiran, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 236,5 kilogram, terdiri dari 72 kilogram sampah organik, 94,9 kilogram sampah anorganik, dan 69,6 kilogram sampah B3.
Baca Juga:Aston Inn Tasikmalaya Sukses Gelar Dinner “Cinema All The Time”, Siap Bikin Gebrakan di 2026 Indosat Tingkatkan AIvolusi5G di Jakarta Raya, Hadirkan Jaringan Berbasis AI dan 5G
Jumlah tersebut tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan pelaksanaan GG Beraksi tahun sebelumnya yang sempat menghasilkan lebih dari 400 kilogram sampah.
Penurunan ini menjadi indikator awal meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya pada momentum pergantian tahun.
Project Leader GG Beraksi 2026, Magfirotul Aenunnisa Sesfao, menyebut kegiatan ini memang difokuskan untuk memulihkan kondisi lingkungan pasca malam Tahun Baru yang identik dengan tingginya aktivitas masyarakat.
“Malam pergantian tahun biasanya memicu peningkatan volume sampah. Karena itu, GG Beraksi hadir untuk mengembalikan kebersihan dan kondisi lingkungan seperti semula,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemilihan Alun-alun Dadaha sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada fungsinya sebagai pusat aktivitas warga Tasikmalaya dan sekitarnya.
Beragam kegiatan seperti berjualan, bermain dan bersantai menjadikan kawasan tersebut berpotensi menghasilkan timbunan sampah dalam jumlah besar jika tidak diimbangi dengan kepedulian lingkungan.
Menurut Magfirotul, turunnya volume sampah tahun ini juga tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat, terutama kalangan pemuda, terhadap isu lingkungan.
Baca Juga:Indosat Perkuat Kapasitas UMKM Melalui Workshop Literasi Digital GenSiHadirkan 17 Brand Kecantikan, Tasik Beauty Expo Tasikmalaya Dipadati Pengunjung
Selain itu, kampanye pengurangan penggunaan kemasan sekali pakai yang gencar dilakukan di media sosial, termasuk melalui akun Instagram Green Generation Indonesia, turut memberi dampak positif.
Melalui kegiatan GG Beraksi 2026, ia berharap para volunteer tidak hanya berhenti pada aksi simbolik, tetapi juga membawa nilai kepedulian lingkungan ke kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, setelah kegiatan ini, para volunteer semakin peduli dan tergerak melakukan aksi-aksi kecil yang berdampak nyata bagi lingkungan,” pungkas Magfirotul. (Fitriah Widayanti)
