Maresca Tolak Pesangon Rp290 M dari Chelsea, Direktur Atletico Kesal Raspadori Jadi Rebutan Lazio dan AS Roma

Enzo Maresca
Enzo Maresca Foto: Tangkapan layar Instagram@maresca
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea terus menjadi bahan perbincangan hangat di sepak bola Eropa.

Bukan hanya karena waktunya yang mengejutkan, tetapi juga karena sikap sang pelatih asal Italia yang disebut menolak pesangon bernilai fantastis dari klub London tersebut.

Menurut laporan The Sun, hubungan Maresca dan manajemen Chelsea telah retak cukup parah sebelum akhirnya berujung perpisahan.

Baca Juga:Dikabarkan Akan Gabung Juventus, Theo Hernandez Ngaku Diusir AC MilanPuas dengan Kinerja Spalletti, Juventus Siapkan Perpanjangan Kontrak

Perselisihan internal yang berlangsung berbulan-bulan membuat mantan pemain Parma itu memilih pergi tanpa menoleh ke belakang, bahkan tanpa membahas hak finansialnya sebagai pelatih yang kontraknya diputus lebih awal.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Maresca menolak paket pesangon senilai 14 juta poundsterling.

Jika dikonversi, jumlah itu setara dengan lebih dari 16 juta euro atau sekitar Rp290 miliar (dengan asumsi kurs Rp18.000 per euro).

Angka yang sangat besar, bahkan untuk ukuran pelatih papan atas Eropa.

Maresca sendiri menandatangani kontrak berdurasi lima tahun saat tiba di Stamford Bridge, menyusul keberhasilannya membawa Leicester City menjuarai Championship.

Kontrak itu juga mencakup opsi dengan gaji sekitar 4 juta poundsterling per musim, atau sekitar 4,6 juta euro—setara Rp83 miliar per tahun.

Namun, setelah hanya bertahan sekitar 18 bulan, sisa gaji tersebut belum dibayarkan akibat pengunduran dirinya.

Baca Juga:Udinese Kalahkan AC Milan di Bursa Transfer, Raspadori Jadi Rebutan AS Roma dan LazioInter Rebut Puncak Klasemen, Kolarov: Chivu Berteriak Lebih Keras dari Inzaghi

Laporan dari Inggris menyebutkan bahwa Maresca merasa sangat frustrasi dengan keputusan struktural Chelsea, terutama terkait kebijakan internal dan arah proyek klub.

Tingkat kekecewaan itu disebut begitu besar hingga ia menolak membuka ruang negosiasi apa pun terkait pemutusan kontrak.

Sikap ini kemudian dibalas oleh Chelsea dengan menuding Maresca kurang memiliki “kematangan emosional”.

Perpisahan ini jelas jauh dari kata ideal. Ironisnya, hanya beberapa bulan sebelum keretakan itu mencuat ke publik, Chelsea justru meraih dua trofi bergengsi bersama Maresca di bangku cadangan: UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Bahkan, The Blues menaklukkan Paris Saint-Germain—juara Eropa—di partai final, sebuah pencapaian yang kini terasa kontras dengan situasi internal klub.

Sementara itu, dari Spanyol, nama Giacomo Raspadori juga terus menjadi sorotan.

0 Komentar