Fiskal Terus Dijaga, TPG Masih Tertahan: Guru Kota Tasikmalaya Menunggu Haknya

keterlambatan TPG guru Kota Tasikmalaya
Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Cecep Susilawan saat diwawancara terkait TPG guru yang belum cair di parkiran Bale Kota, Senin (5/1/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Langkah tersebut adalah bentuk perhatian dan keberpihakan kepada para guru Kota Tasikmalaya.

Cecep berharap janji-janji pemerintah daerah soal pencairan TPG segera dibuktikan dengan data dan fakta yang benar-benar diterima guru.

Ia juga menyinggung rencana perubahan regulasi pencairan TPG yang akan dilakukan setiap bulan, diawali Januari sebagai masa uji coba.

Baca Juga:Parkir Diperketat, Jukir Pegang Uang Harian dan PAD Kota Tasikmalaya Semoga Tak Lagi Abu-abuTP PKK Kota Tasikmalaya Tegaskan Mundurnya Rani Permayani Tak Terkait Dinamika Internal Tapi…

Skema ini diharapkan menjadi obat mujarab agar keterlambatan tak lagi menjadi cerita tahunan.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan bahwa persoalan TPG bukan soal kas daerah kosong atau tidak.

Menurutnya, kondisi keuangan daerah relatif aman, namun pemerintah memilih bersikap hati-hati dalam pengelolaan fiskal.

“Bukan soal aman atau tidak aman, tapi bagaimana strategi yang terukur dan terencana. Tantangan fiskal dirasakan semua daerah,” tuturnya saat ditemui di FO Bale Kota.

Viman menyebut, pemerintah kota tengah menata perencanaan fiskal agar lebih sehat dan transparan.

Apalagi, kata dia, saat ini pemerintah pusat juga sedang melakukan reprioritisasi anggaran, sehingga daerah dituntut lebih cermat dalam menentukan peruntukan dan waktu pencairan.

Terkait informasi penyerapan Dana Alokasi Umum (DAU) yang disebut sudah 100 persen, Viman menegaskan uang memang ada, namun pencairannya dilakukan bertahap dan sesuai peruntukan.

Baca Juga:PPP Kota Tasikmalaya Perkuat Arah Kaderisasi Ulama Muda dan Perempuan di Usia ke-53Ketua PKK Bukan Warisan Buku Nikah, Founder Ladysspeak Desak Revisi Permendagri 36/2020

“Uang pasti ada, tapi kita jaga kehati-hatian. Untuk apa dan kapan dicairkan, itu yang diatur,” tambahnya.

Di tengah narasi kehati-hatian fiskal dan harapan guru atas hak yang telah ditunaikan kewajibannya, satu pesan mengemuka: TPG bukan hadiah, melainkan hak.

Dan hak, semestinya tak perlu menunggu drama akhir tahun untuk ditepati. (rezza rizaldi)

0 Komentar