TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Karom SPdI MM mengapresiasi berbagai gebrakan dan capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada masa awal kepemimpinan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi.
Menurutnya, sejumlah program strategis yang dijalankan telah menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Karom menilai, sejak dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pembenahan di berbagai sektor prioritas.
Baca Juga:GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!
Upaya tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah yang terarah dan berkelanjutan. Salah satu sektor yang mendapat perhatian serius adalah pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan dan peningkatan kualitas jalan.
Pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar daerah-daerah pedesaan yang selama ini membutuhkan akses transportasi yang layak.
“Pembangunan infrastruktur jalan sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Akses jalan yang baik akan memperlancar mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah pelosok,” ujar Karom, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Selain infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga dinilai berhasil melakukan terobosan di bidang pembangunan sumber daya manusia melalui program unggulan Satu Desa Satu Sarjana. Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui skema beasiswa.
Di bawah kepemimpinan Cecep–Asep, program ini diarahkan untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda desa agar mampu bersaing dan menempuh pendidikan di perguruan tinggi ternama, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Siliwangi (Unsil), tanpa dibebani biaya pendidikan.
“Program ini merupakan langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Dengan pendidikan yang lebih baik, masyarakat desa diharapkan mampu berperan aktif dalam pembangunan daerahnya,” jelas Karom yang juga merupakan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemkab Tasikmalaya juga merancang kebijakan pinjaman tanpa agunan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi pelaku usaha kecil yang selama ini kerap mengalami kesulitan dalam mengakses permodalan.
