Warga Garut Diduga Diintimidasi Keluarga Kades Gegara Unggah Konten Jalan Rusak

Warga diintimidasi keluarga kades di garut gegara jalan rusak
Tangkapan layar sejumlah orang yang diduga keluarga kepala desa terlibat cekcok dengan seorang warga akibat konten jalan rusak belum lama ini.
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Jagat media sosial diramaikan dengan dugaan aksi intimidasi yang dilakukan keluarga kepala desa di Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut terhadap warga. Dugaan intimidasi disinyalir berawal dari konten jalan rusak yang dibuat warga.

Dalam video yang diunggah akun @Holis Muhlisin itu memperlihatkan empat orang, dua kali-laki dan dua perempuan, memaki-maki warga. Sebab, dia telah mengkontenkan jalan rusak di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu.

Kata-kata kasar keluar dari mulut keempat orang yang mengintimidasi warga tersebut. Bahkan warga tersebut sampai menerima kekerasan fisik berupa cekikan dan pukulan di bagian punggung.

Baca Juga:Enan Berkenan!Saat Stadion Mangunrenja Menjadi Cermin Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya!

Video tersebut terus menyebar hingga sampai ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengatakan, ketika ada kritikan terhadap pembangunan dan lainnya jangan mengintimidasi.

“Manakala ada orang yang melakukan kritik, memposting pembangunan yang belum berkeadilan—jalan rusak, drainase rusak, saluran air rusak, rumah rakyat miskin yang tidak ada yang peduli—jangan pernah melakukan intimidasi dan pengancaman,” ucap Dedi, Sabtu (3/1/2025).

Ia menegaskan, di era keterbukaan informasi, aparat pemerintah harus siap menerima kritik sebagai bagian dari proses demokrasi dan perbaikan pelayanan publik.

Dedi meminta pemerintah daerah melakukan rekonsiliasi untuk perbaikan pembangunan.

“Lakukan rekonsiliasi, lakukan perbaikan pembangunan, dan jangan pernah membiarkan ada tindakan-tindakan intimidatif terhadap kritik,” katanya.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, juga menanggapi video viral tersebut. Ia mengatakan jika kejadian tidak mengenakan kembali terjadi di Kabupaten Garut setelah sebelumnya pernah terjadi.

“Karena sudah kejadian nasi sudah menjadi bubur, semoga oknum yang bersangkutan mendapatkan pelajaran mendapat hikmah, mendapat kesadaran bahwa marah-marah itu bukan solusi,” katanya.

Dirinya langsung melakulan komunikasi dengan Inspektorat untuk segera datang ke desa tersebut dan melakukan audit untuk keterbukaan informasi kepada masyarakat Kabupaten Garut, khususnya terkait Dana Desa.

Baca Juga:Kang Dudu Rohman (KDR)!PJU Tanjakan Tembungkerta Mati, DPRD Kota Banjar Minta Segera Diperbaiki

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pejabat tidak hanya kades.

“Tolong ini menjadi pelajaran, mohon kepada kades yang lain atau pejabat lainnya adalah sebuah konsekuensi yang harus kita terima bersama kalau kita dikritik atau kalau kita mendapatkan masukan yang kurang mengenakan,” pungkasnya. (Agi Sugiana)

0 Komentar