UMK Banjar 2026 Dinilai Jadi Daya Tarik Investor, Hipmi Dorong Investasi Beretika dan Berkelanjutan

UMK Banjar 2026
Salah seorang pengunjung melihat produk milik pelaku usaha di Galeri UMKM Sukma Kenangan akhir Desember 2025 lalu. (Anto Sugiarto/radartasik.id)
0 Komentar

Sementara itu, zona pergudangan berada di Kecamatan Purwaharja dan Kecamatan Langensari, khususnya kawasan agrowisata.

Saat ini, sektor usaha yang berkembang di Kota Banjar meliputi hotel, restoran, industri karet dan plastik, industri kayu, industri mineral nonlogam dan tekstil, serta sektor jasa, konstruksi, perdagangan dan reparasi, perumahan, perkantoran, transportasi, pergudangan, telekomunikasi, dan otomotif.

Selain itu, terdapat pula industri kimia dan farmasi, industri makanan, industri barang dari kulit dan alas kaki, industri kendaraan bermotor, industri kertas dan percetakan, industri logam dasar, barang logam dan peralatannya, industri mesin, elektronik, kedokteran, listrik, presisi, optik dan jam, serta sektor kehutanan, gas, air, perikanan, pertambangan, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

Baca Juga:Saat Stadion Mangunrenja Menjadi Cermin Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya!Kang Dudu Rohman (KDR)!

“Itulah sektor usaha non UMKM yang tersebar di empat kecamatan, yakni Banjar, Pataruman, Purwaharja, dan Langensari, yang ada di Kota Banjar saat ini,” ujarnya. (Anto Sugiarto)

0 Komentar