Saat Stadion Mangunrenja Menjadi Cermin Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya!

SOR mangunreja
riwayat pembangunan SOR Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya. (ilustrasi grafis:radartasik.id)
0 Komentar

Apalagi, peta politik saat ini sebenarnya cukup bersahabat. Kalau daerah lain bisa membangun stadion, Tasikmalaya semestinya juga bisa—asal diperjuangkan dengan serius, konsisten, dan transparan.

Anak-anak muda yang bermimpi menjadi atlet. Guru olahraga yang butuh fasilitas latihan. Komunitas lari, sepak bola, voli, hingga masyarakat umum.

Merekalah pemilik sesungguhnya stadion ini. Karena itu, suara mereka seharusnya ikut duduk di meja perencanaan.

Baca Juga:Kang Dudu Rohman (KDR)!PJU Tanjakan Tembungkerta Mati, DPRD Kota Banjar Minta Segera Diperbaiki

Pemerintah bisa membuka forum dialog, mendengar gagasan, dan membiarkan publik ikut mengawasi pembangunan.

SOR Mangunreja harus kembali menjadi rumah olahraga, bukan monumen sunyi.

Sambil menunggu penyelesaian anggaran, pemerintah seharusnya merawat apa yang masih bisa diselamatkan.

Membersihkan area. Menata kembali lapangan. Memagari aset. Menjaga keamanan. Karena setiap retakan baru akan menambah biaya perbaikan. Keseriusan Itu Terlihat dari Hasil, Bukan Foto Kunjungan

Pemerintah bisa saja datang, memotret lokasi, lalu pulang. Tetapi masyarakat kini tidak lagi melihat pose. Mereka melihat tanggung jawab.

SOR Mangunreja adalah cermin.

Di sana terlihat bagaimana pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengurus janji lama. Bagaimana komitmen diuji. Bagaimana keberlanjutan pembangunan dijalankan.

Di pinggir lapangan yang mulai tertutup ilalang, beberapa anak kecil sesekali bermain bola. Mereka menendang dengan riang, meski lapangannya tak sempurna.

Mungkin mereka tidak tahu sejarah panjang stadion ini. Tapi mereka tahu satu hal: lapangan adalah tempat mimpi dimulai.

Dan mimpi itu tidak seharusnya dikubur oleh mangkraknya pembangunan.

Akhirnya, Ini soal harga diri daerah.

Soal keberanian pemerintah menuntaskan pekerjaan. Soal warisan bagi generasi berikutnya.

Baca Juga:Hendra Budiman dan Bisik-bisik yang Terlalu Besar!Pasal-Pasal Tetangga Nyusahin, Regulasi Hukum di Balik Pagar Rumah!

Jika suatu hari SOR Mangunreja akhirnya berdiri megah dan hidup—dengan suara sorak anak-anak, derap langkah atlet, dan lampu stadion yang menyala terang—maka yang berdiri di sana bukan hanya beton.

Yang berdiri adalah kepercayaan masyarakat bahwa pemerintahnya mampu menepati janji. Dan itu nilainya jauh lebih mahal daripada angka ratusan miliar rupiah. (red)

0 Komentar