Pemasukan Retribusi Pariwisata Pangandaran Tembus Rp 45 Miliar

Wisata Pantai Pangandaran
Para wisatawan berekreasi di kawasan Pantai Barat Pangandaran, Minggu (4/1/2026)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID—Pariwisata menjadi sektor andalan yang dimiliki Pemkab Pangandaran dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sepanjang tahun 2025, tercatat pemasukan retribusi senilai Rp 45 miliar.

Pendapatan ini berkaitan dengan tingkat kunjungan wisatawan yang datang ke Pangandaran. Selama tahun 2025, jumlah kunjungan wisata ke Kabupaten Pangandaran mencapai 2,6 juta wisatawan. Jumlah tersebut lebih banyak dari tahun sebelumnya di mana pada 2024 jumlah kunjungan ada di angka 1,6 juta.

Objek wisata paling banyak dikunjungi tetap Pantai Pangandaran, jumlahnya mencapai 1,7 juta wisatawan, lebih tinggi dibanding tahun 2024 yang hanya mencapai 1 juta wisatawan.

Baca Juga:Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!Hadapi Libur Panjang Tahun Baru, Polres Garut Pantau Jalan Rusak

Kunjungan paling tinggi terjadi di bulan April, dimana saat itu sedang momen libur lebaran. Totalnya mencapai 626 ribu kunjungan.

Lalu terbanyak kunjungan kedua tentu saja pada bulan Desember, dimana sebanyak 359 ribu wisatawan datang ke Pangandaran, tentu saja dalam momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Pada bulan Maret 2025, merupakan masa paceklik bagi pariwisata Kabupaten Pangandaran, dimana jumlah kunjungan hanya mencapai 17 ribu wisatawan. Mengingat saat itu merupakan bulan Ramadhan.

Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran Sarlan mengatakan, target PAD tahun ini mencapai Rp 42 miliar dan realisasinya sudah mencapai Rp 45 Miliar lebih. Menurut dia, target pendapatan dari retribusi wisata sudah tercapai 100 persen, bahkan melampaui target pada momen Nataru tahun lalu.

“Tahun 2024 hanya Rp 25 Miliar,” katanya.

Ia menambahkan, pada momen libur Nataru kemarin, wisatawan tidak terlalu membludak, tetapi terus berdatangan secara berangsur karena kondisi cuaca. Namun yang dirasakan oleh pengusaha wisata di Pangandaran bernama Satimin sangatlah berbeda, saat malam pergantian tahun baru.

“Ya cukup sepi, kebanyakan memang warga lokal,” katanya.(Deni Nurdiansyah)

0 Komentar